animasi-bergerak-agama-religi-0150 animasi-bergerak-selamat-datang-0025 animasi-bergerak-selamat-datang-0025 animasi-bergerak-selamat-datang-0025

Wednesday, April 4, 2012

Matematika usia manusia


Pelajaran matematika,dari perjumlahan,pengurangan,perkaliaan,dan pembagian,telah di pelajari sejak usia sekolah dasar.Semakin tinggi kelas,atau semakin dewasa usia kita,pelajaran berhitung akan semakin rumit.Tapi tahukah anda bahwa ada hal-hal lain yang perlu di hitung dengan cara berbeda?
Ya,umur manusia adalah salah satunya.Menurut haris islam,motivator Dinar Coach International
menghitung umur manusia sangatlah penting di lakukan untuk mengatahui sejauh mana amal yang telah dikerjakan.
Haris membuat perhitungan untuk mengatahui apakah manusia menggunakan usianya secara efektif untuk beramal saleh atau disia-siakan.
Dengan perhitungan itu akan di ketahui bagaimana catatan amal manusia.Matematika usia manusia bukan sekedar ilmu untuk mengatahui berapa usia manusia,tapi juga untuk muhasabah agar amal perbuatan lebih meningkat.
Sebelum mengatahui "usia manusia",harus di ketahui telebih dahulu usia mukalafnya.
Usia mukalaf adalah usia Baligh,atau batas usia seseorang di kenakan hukum agama serta wajib melaksanakan perintah dan larangan-nya.
Usia Baligh ini di tandai dengan adanya mimpi (pada laki-laki) dan haid (pada perempuan).
Biasanya anak laki-laki 15 tahun dan anak perempuan 10 tahun.
Rumus efektivitas usia manusia menurut Haris sebagai berikut:
          Usia manusia (um)-Awal Baligh (AB)
            -Usia tidur (UT)= Amal/efektif
              UM adalah usia manusia saat ini.
              AB adalah awal manusia mulai menerima tanda baligh (mimpi/haid)
              UT adalah waktu tidur manusia ( 8 jam perhari)=Amal/Efektif

Sebagai contoh,usia anda saat ini 40 tahun.Maka,40 -15 - 8 = 17. Dari hasil ini dapat di ketahui bahwa pada usia 40 tahun,ternyata belum ada 50% dari usia itu tercatat sebagai Amal.
Artinya,masih lebih banyak usia yang di gunakan untuk keperluan lain ketimbang menjadi amal
Perhitungan Matematika usia juga bisa menggunakan neraca perhitungan usia manusia berdasarkan satuaan waktu.
Melalui neraca waktu ini,pada usia 40 tahun manusia telah menggunakan usianya sekitar 14.600 perhari,atau 350.400 jam,atau 21.024.000 menit,atau 1.261.400.000 detik.
Sebuah masa yang sangat panjang untuk di lalui.
Masih menurut Haris,jika manusia di perlihatkan catatan amalnya selama ribuan detik itu,mungkin ia akan terkejut karena selama ini hanya sedikit waktu yang di gunakan untuk menanam kebaikan.Alangkah ruginya manusia karena sering menuruti kesenangan duniawi.
"Padahal kesempatan itu sudah ada jutaan detik.
Apakah kita pantas masuk surga?"ujarnay 

       Usia 40 

Sulit membedakam apakah usia manusia terus bertambah atau berkurang.Jika mengikuti siklus pertumbuhan, semakin dewasa seseorang, usianya semakin bertambah.Tapi hakikat bertambahnya usia adalah berkurangnya waktu di dunia.
Cepat atau lambat,masa tua akan datang. Seperti di jelaskan dalam sebuah Hadist bahwa segala penyakit pasti ada obatnya kecuali penyakit tua.
Dalam kaitan ini Allah mengingatkan manusia yang berusia 40 tahun (QS al-Ahqaf: 15) agar mensyukuri nikmat Allah dan selalu berbuat baik.
Menurut Robi kurniawan, dosen dan mubaligh,dalam tulisanya Angka 40 dalam  al-Qur'an, peringatan itu akan semakin di rasakan seiring meningkatnya beban hidup seseorang (orangtua),baik terjadi karena mulai memiliki anak-anak yang dalam tingkat menuju kedewasaan,harus mendidik anak,memikul beban-beban biaya,bahkan kewalahan menghadapi perubahan prilaku anak.
Pada usia 40 tahun manusia harus sadar bahwa semua hal yang di perbuat pada orangtuanya akan kembali pada dirinya.
"Teramat buruk kiranya jika setelah memasuki umur 40 tahun,manusia masih tetap saja tidak bisa menghargai orang lain.


No comments: