animasi-bergerak-agama-religi-0150 animasi-bergerak-selamat-datang-0025 animasi-bergerak-selamat-datang-0025 animasi-bergerak-selamat-datang-0025

Monday, April 2, 2012

Jujur Bermasyarakat


Sifat iri,dengki,dan dendam,banyak menyakiti masyarakat.Tak sedikit kalangan suka menuduh orang lain dengan "kafir" padahal yang di tuduhkan tidak demikian.
Padahal itu berati membuka rahasia "kafir" dirinya sendiri.
Membuka rahasia atau membicarakan aib orang lain tanpa ada maksud syar'i adalah prilaku dan kelakuaan orang-orang yang kehabisan modal kehormatan dan harga diri.
Karena banyak orang yang tak sadar bahwa masing-masing pribadi pasti mengantongi bahkan bisa menjadi "gudang" aib diri sendiri,yang sewaktu-waktu dapat terbuka. Na'udzubillah!
Dalam alam politik,hal demikiaan paling banyak terjadi.
Baik alam politik kekuasaan,perdagangan,politik sentimen,dan sektor lainya.
Bahkan dalam pergaulan dan hubungan sosial kemasyarakatan pun tidak sepi dari prilaku itu.
Dalam bidang dakwah,pendidikan dan pembinaan umat,hal-hal seperti itu seharusnya tak perlu terjadi.Tapi ego manusia kerap tak terkendali,dan acapkali menggiring pada penyimpangan sikap dari tuntunan akhlak yang mulia.
Unuk memperbaiki sesuatu yang kurang baik,butuh proses.Bukan dengan memburukan bahkan merusak,atau bergabung bersama orang-orang buruk dengan berbagai keburukannya.
Tidak pula dengan keangkuhan,kecongkakan,kesombongan berlagak insan suci atau semacamnya.
Lebih baik tetap bersikap sopan,tawadhdhu' dan rendah hati.
Seseorang dokter atau perawat,tak boleh putus asa lantas ikut menangisi penyakit pasien.
Atau membanding-bandingkan si pasien dengan orang lain yang di anggap lebih sehat.
Begitu juga dai,pendidik,dan pemimpin,tak boleh mencari muka seraya membela orang rusak hanya karena kelemahaan diri sendiri yang tak mampu mencari solusi.
Menjadi guru,jangan ikut-ikut atau turut membiarkan kerusakan kini sudah di anngap sudah wajar di lakukan.
Demikian pula jangan membiarkan seseorang murid puas dalam kebodohannya.
Apalagi membiarkannya karena anggapan bahwa kebodohan sudah menjadi milik umum.
Apakah tidak lebih baik tetap menunjukan kebaikan dan keuntungan menjadi orang tegak,sehat,baik,bebas dari penyakit dan kerusakan? Atau menunjukan mereka bukti untung rugi jika melanggar syariat.
   
     TUGAS BERAT
Beban generasi ini untuk tiadak terkena penyakit moral maupun fisik terlalu berat.
Karena saking besarnya dorongan,kuatnya tarikan,dan gencarnya rayuan miliu yang di ciptakan 
dan di bangun untuk menyesatkan mereka,di tambah nasib kehidupan ekonomi dan masyarakat yang terus menghimpit dan memojokan peran moral dan harga diri manusia.
Kehormatan sudah menjadi barang langka atau "binatang purba" saat ini.
Tugas berat para da'i,pendidik,dan pemimpin adalah membuka kembali ajaran /tuntunan dan sejarah perkembangan islam yang saat ini banyak di tutup-tutupi kalangan barat dari wawasan kaum muslimin.
Keutamaan islam tidak di ajarkan dalam materi pelajaran atau paparan media informasi dan ilmu pengatahuaan mereka,karena ada dendam sejarah panjang perang salib.
Juga ketakutan mereka terhadap bangkitnya kembali islam,sang penyelamat kemanusiaan.
Wajah islam mereka gambarkan dengan prilaku golongan pengaku muslim tapi meninggalkan ajaran islam.
Seakan,itulah islam.tak hanya itu,penafsiran sumber-sumber ajaran islam juga mereka plintir untuk kepentingan pandangkalan dan penyesatan umat islam.
Tokoh-tokoh muslim yang cerdas berkualitas mereka cuci otak dengan polesan dan hiasan teori mengkilat seakan emas,padahal sesunguhnya racun/penyakit yang setiap saat dapat merenggut nyawa islam.
Kebebasan yang merupakan "saudara kandung"kebinatangan,di jadikan pijakan,pegangan dan jalan hidup.Sehingga umat manusia tak ubahnya seperti binatang-binatang modren,siap melakukan kebebasan dan kebinatangannya setiap kali di butuhkan.
Islam terus menjadi arena perebutan hegemoni,pengakuaan,dan superioritas oleh pihak-pihak yang berambisi.Begitulah,pada posisi apapun,di manapun umat islam berada dan pada masa kapanpun,islam pasti tetap di atas.
Unggul dan tidak mungkin di ungguli karena terjaga .
sebab,kelemahaan umat islam bukan berarti salah atau lemahnya ajaran islam.

     KEBOHONGAN POLITIK
Di masa kini banyak kita dapati tokoh-tokoh islam kini banyak yang suka "mencari muka" unjuk simpatik,menghambangkan diri kepada atasan,mengkultus individu dan mengagung-agungkannya.
Padahal itu semua terbilang perbuatan syrik,sebab,memuji berlebihan,ta'ajjub kepada prestasi orang lain,bukanlah perbuatan baik.Justru akan mengurangi bobot kualitas kematangan dan ketokohaan seseorang.
Mencari muka hanya berguna sementara. ketika masi royal,akan terasa manis di pandang,tapi kalau mulai tidak menuruti,akan segera di campakkan,seakan tak pernah di kenal.
Ketika berjasa secara materi,akan di pandang,tapi bila pailit atau bangkrut,pandangan akan di alihkan kepihak lain.
Orang licik yang "mono loyalitas"kepribadiaanya tidak jelas .
Ia bukan memurnikan akidah tauhid,merendah diri,penuh tawaddhu',khusyu'dan menggunakan sang kahliq.Karena itu umat islam harus waspada dan cerdas menilai orang.
Karena saat ini mencari orang yang bisa di percaya.
Banyak kebohongan yang kasat mata,tapi hanya di biarkan tanpa di tindak,karena tak ada yang peduli melaporkan kepada yang berwewenang.Berpolitik bohong,berdagang bohong,di perkantoran bohong,di sekolah dan di kampus bohong,di pusat-pusat perdagangan,di pabrik,bahkan mahkamah pengadilan pun sama saja.
Kalangan tua dan muda juga begitu,antara orangtua,remaja,dan sebagainya juga tak kurang kecenderungan bohongnya.Untunglah umat islam memiliki  tuntunan syari'at  yang bersumber al-qur'an dan sunnah yang tak ada bohong,bahkan ia sanggup membuka ke bohongan besar apalagi kecil.Sang pencipta menjadi sandaran tempat "melapor" yang tiada dusta bagi umat islam yang janjinya selalu di penuhi.

                                                                                            By: Agus jiddan.....

No comments: