animasi-bergerak-agama-religi-0150 animasi-bergerak-selamat-datang-0025 animasi-bergerak-selamat-datang-0025 animasi-bergerak-selamat-datang-0025

Saturday, October 25, 2014

Ummat muslim Meriahkan Perayaan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1436 H

   
Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsuddin mengajak seluruh umat Islam untuk menghadiri perayaan Tahun Baru Islam 1 Muharram di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta pada Minggu (26/10).
"Saya mengajak seluruh umat Islam untuk sama-sama meriahkan Tahun Baru Islam 1 Muharram di GBK pada hari Ahad. Ayo datang ajak kawan, keluarga, saudara, ke Gelora Bung Karno dengan bernuansa putih," kata Din di Gedung MUI, Jakarta, Jumat (24/10/2014.
Din mengatakan, perayaan Tahun Baru Islam ini untuk menjadi pembuktian kebesaran umat Islam di Indonesia. Selain itu, juga untuk menunjukkan Tahun Baru Islam tidak kalah dengan perayaan tahun baru lainnya.
"Tahun baru masehi selalu meriah dengan kembang api, tahun baru Imlek juga meriah, bahkan generasi muda Islam juga lebih merayakan hari Valentine daripada 1 Muharram," kata dia.
Din juga mengimbau agar masyarakat Islam tidak perlu memperdebatkan perkara tentang boleh atau tidaknya merayakan dan memperingati Tahun Baru Hijriyah.
"Para umat Islam tidak perlu mengembangkan polemik tentang boleh atau tidaknya, halal haramnya memperingati Tahun Baru Hijriyah. Saya kira itu hanya akan menghabiskan waktu," ujar Din.
Menurut dia, perayaan Tahun Baru Hijriyah ini merupakan syi'ar Islam yang juga akan diisi dengan sejumlah tausyiah dari beberapa tokoh agama.
Din mengimbau agar masyarakat yang akan hadir mengenakan busana bernuansa putih. "Pakai busana bernuansa putih, yang melambangkan kesucian Islam," kata dia.
Terkait kehadiran Presiden Joko Widodo pada perayaan tersebut, Din mengatakan hal tersebut masih bersifat tentatif. "Secara langsung Presiden Jokowi mengatakan kepada saya sangat ingin sekali datang, tapi baru saja tadi Sekneg (Sekertaris Negara) menginfokan masih belum bisa memastikan," jelas dia.
Namun demikian, lanjut Din, MUI memaklumi kondisi presiden yang sedang sibuk menentukan kabinet pemerintahan Indonesia yang baru.

No comments: