animasi-bergerak-agama-religi-0150 animasi-bergerak-selamat-datang-0025 animasi-bergerak-selamat-datang-0025 animasi-bergerak-selamat-datang-0025

Thursday, March 2, 2017

10 hal menarik mengenai kedatangan Raja Salman ke Indonesia


JAKARTA, Indonesia - Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz al-Saud berkunjung ke Indonesia pada tanggal 1-9 Maret. Dia dijadwalkan tiba di Bandara Halim Perdanakusuma pada pukul 12:30 WIB usai sebelumnya melakukan kunjungan kenegaraan selama empat hari di Malaysia.

Ini menjadi tur ke beberapa negara Asia pertama yang dilakukan oleh Raja Salman sejak diangkat sebagai pemimpin negara Petro Dollar tersebut sejak Januari 2015 lalu. Raja Salman juga bermaksud memenuhi undangan dari Presiden Joko “Jokowi” Widodo yang pernah mengundangnya ketika bertandang ke Saudi pada tahun 2015 lalu.
Dia akan berada di Jakarta selama tiga hari, lalu dilanjutkan berlibur di Pulau Bali selama enam hari.
Pemerintah Indonesia mengatakan kunjungan Raja Salman dinilai bersejarah karena ini menjadi kedatangan kedua Raja Arab setelah kunjungan Raja Faisal di tahun 1970.
Oleh sebab itu, Indonesia berharap bisa mengambil banyak manfaat dari kedatangan perdana Raja Salman di Tanah Air. Apalagi Presiden Jokowi menargetkan nilai investasi yang dibenamkan mencapai US$25 miliar.
Berikut 10 fakta menarik mengenai kunjungan Raja Salman ke Indonesia:
1. Disambut Presiden Jokowi di Bandara Halim
Raja Salman bisa disebut menjadi pemimpin negara pertama yang disambut secara langsung oleh Presiden Joko “Jokowi” Widodo di Bandara Halim Perdana Kusuma. Gestur ini merupakan respons balasan dari mantan Gubernur DKI itu setelah sebelumnya juga disambut saat menjejakan kaki di Saudi.
Dari sana Raja Salman kemudian akan dijamu di Istana Bogor sekitar pukul 13:15 WIB. Menurut Kepala Sekretariat Kepresidenan, Darmansjah Djumala, selain Raja, ada 35 delegasi dan 50 perangkat yang akan ikut ke Istana Bogor.
Begitu tiba di Istana Bogor, maka akan dilakukan penyambutan kebesaran yang diiringi pasukan berkuda, drumband, pasukan tradisional dan dentuman meriam. Kendaraan resmi Raja Salman nantinya akan disambut barisan anak-anak sekolah di sepanjang pintu masuk menuju ke Istana Bogor.
Acara kemudian dilanjutkan dengan pertemuan bilateral delegasi dari kedua negara.
“Nanti juga akan ada penanaman pohon bersama sebagai tanda persahabatan kedua negara. Akan ada 16 pohon dan jenisnya bermacam-macam,” kata Darmansjah ketika ditemui media pada Senin, 27 Februari.
2. Bawa rombongan 1.500 orang
Sudah menjadi hal yang lumrah setiap kali Raja Salman pergi, maka dia akan didampingi oleh jumlah rombongan yang besar. Dalam kunjungannya ke Indonesia, Raja didampingi sekitar 1.500 orang termasuk 25 pangeran dan 14 Menteri.
1.500 orang itu ada yang sudah tiba di Indonesia sebelum kedatangan Raja. Menurut Duta Besar Kerajaan Arab Saudi, Osama bin Al-Mohammed al-Shuaibi, besarnya jumlah rombongan yang datang disebabkan jumlah kesepakatan dan kerja sama yang akan diteken.
Ribuan orang ini, kata Osama juga ikut mendampingi Raja Salman ketika dia akan berlibur ke Pulau Bali.
“Beruntung, kami berhasil mengakomodir 1.000 orang di Jakarta dan yang nantinya akan bepergian ke Bali dengan pesawat,” ujar Osama ketika memberikan keterangan pers pada Selasa, 28 Februari.
3. Terbang dengan 7 pesawat
Mengingat besarnya jumlah delegasi yang menyertai kunjungan Raja, maka mustahil bisa diangkut dengan menggunakan satu pesawat. Pemerintah Arab Saudi menyediakan tujuh pesawat, yang terdiri dari 6 pesawat jenis Boeing dan satu pesawat Hercules yang diparkir di Bandara Halim dan Bandara Internasional Ngurah Rai, Bali.
Mereka turut membawa barang logistik yang tidak sedikit, bahkan totalnya mencapai 450 ton. Beberapa barang yang dibawa antara lain tangga khusus yang didatangkan dari Saudi. Tangga ini berfungsi seperti eskalator dan kerap digunakan Raja agar dia tidak perlu bersusah payah turun dari kabin pesawat.
Sementara, delegasi juga mengirimkan mobil dua mobil mewah Mercedes dari Jakarta menuju ke Bali.
4. Teken 10 nota kesepahaman
Dalam kunjungan Raja Salman, akan ada 10 nota kesepahaman (MoU) di tingkat pemerintah yang akan ditanda tangani. Dubes Saudi untuk Indonesia, Osama bin Al-Mohammed al-Shuaibi, menjelaskan ini lah yang menjadi penyebab besarnya jumlah delegasi yang menyertai kunjungan Raja Salman ke Indonesia.
“Ke-10 MoU menyangkut bidang keamanan, islamic affairs, kesehatan, budaya, pendidikan, perdagangan, investasi, UKM, perikanan dan operasional penerbangan sipil. Pada Senin malam kemarin, kami sudah berhasil merampungkan 8 MoU,” kata Osama di gedung Kedutaan Saudi pada Selasa, 28 Februari.
Dia mengaku tidak mengetahui secara detail total nilai dari investasi yang akan dibenamkan oleh Saudi ke Indonesia.
“Yang pasti nominalnya besar,” kata Osama.
Beragam bidang kerja sama yang diteken dengan Indonesia sekaligus merealisasikan visi Pemerintah Saudi di tahun 2030 nanti yang membuat diversifikasi pemasukan dan tidak semata-mata mengandalkan pada sektor perminyakan semata.

5. Dijamu dengan menu Indonesia
Begitu tiba di Istana Bogor, Raja Salman akan dijamu makan siang dengan menu kombinasi antara Timur Tengah dan Indonesia. Kepala Sekretariat Kepresidenan, Darmansjah Djumala mengatakan menu Indonesia yang disajikan kemungkinan seafood yang dibakar, makanan ringan dan makanan penutup.
“Raja sendiri tidak memiliki permintaan khusus. Namun, mereka hanya meminta makanan yang disajikan sehat, terdapat sayur dan buah,” ujar Darmansjah.
Oleh sebab itu, kata dia, Indonesia akan menggunakan kesempatan tersebut sekaligus untuk mengenalkan buah-buah khas Indonesia untuk dinikmati. Raja Salman juga akan dijamu dengan tarian khas Indonesia yang dibawa oleh seniman Denny Malik.
6. Bertemu pemimpin ormas Islam
Selain melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Joko “Jokowi” Widodo, selama berada di Jakarta, Raja Salman akan melakukan kegiatan lain yakni mengunjungi Masjid Istiqlal, berpidato di gedung DPR dan menemui pemimpin ormas Islam.
Menurut Dubes Saudi untuk Indonesia, Osama bin Al-Mohammed al-Shuaibi, nama-nama pemimpin ormas Islam akan ditentukan oleh pihak Kementerian Luar Negeri. Raja hanya tinggal berbincang saja dengan mereka.
Apakah ini berarti Front Pembela Islam (FPI) masuk ke dalam daftar ormas yang akan ditemui oleh Raja Salman? Juru bicara Kementerian Luar Negeri, Arrmanatha Nasir mengatakan nama pemimpin ormas Islam yang akan diajukan kepada Raja Salman sebelumnya telah didiskusikan dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Muhammadiyah.
"Tentu yang akan diajukan adalah tokoh-tokoh Islam yang mewakili wajah Islam Indonesia," ujar Arrmanatha yang dihubungi Rappler melalui telepon.
Selain bertemu dengan pemimpin ormas Islam, Raja Salman juga akan menemui pemimpin agama lainnya.
7. Kerahkan 10 ribu personel Polri
Untuk pengamanan selama Raja Salman berada di Indonesia, Polri akan mengerahkan sekitar 10 ribu personel. Mereka disebar di tiga area yakni Jakarta, Bali dan Bogor.
“Di Jakarta, kami akan libatkan setidaknya 2.000 anggota pengamanan, kemudian di Bogor kami kerahkan 2.252 orang dan sekitar 5.000 orang pengamanan di Bali,” ujar Wakapolri Syafruddin kepada media.
Terlebih, pada hari Senin kemarin sempat kembali terjadi aksi teror di Kecamatan Cicendo, Bandung. Pelaku yang diketahui merupakan anggota kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD) itu sempat meletakan bom panci di Taman Pandawa yang sedang ramai digunakan oleh anak-anak sekolah.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dan pelaku bisa dilumpuhkan. Proses pengamanan yang cepat ini sempat menuai pujian dari otoritas Arab Saudi.
8. Pesan beberapa hotel mewah
Tim advanced dari Kerajaan Arab Saudi sudah memesan beberapa hotel mewah untuk tempat Raja Salman menginap di Jakarta dan Bali. Di Jakarta, mereka diketahui memesan empat hotel mewah yaitu Raffles, Ritz Carlton, JW Marriott dan Westin.
Sementara, selama berlibur di Bali, mereka memesan dua hotel di area Nusa Dua yaitu St. Regis dan Laguna. Sempat menimbulkan tanda tanya mengapa Raja Salman memilih berlibur di Pulau Dewata.
Dubes Saudi untuk Indonesia, Osama bin Al-Mohammed al-Shuaibi mengatakan hal itu tidak terlepas dari kemahsyuran dari panorama Bali yang sudah didengar oleh Raja Salman sendiri.
Selama berada di sana, Raja akan beristirahat dan tidak bersedia diekspos oleh media. Pemerintah Saudi juga berjanji, mereka tidak akan menutup area pariwisata di Pulau Bali. Semua kegiatan akan berjalan normal seperti biasa.
9. Ada pengalihan arus lalu lintas
Kedatangan Raja Salman ke Indonesia pasti akan berpengaruh kepada arus lalu lintas di ibukota. Kasubdit Pembinaan dan Penegakam Hukum (Bin Gakkum) Polda Metro Jaya, AKB Polisi Budiyanto mengatakan, saat Raja Salman tiba di Bandara Halim Perdana Kusuma pihaknya akan melakukan penutupan jalan, sehingga jalur yang akan dilewati Raja Salman akan lancar dan aman.
Hal serupa juga dilakukan ketika dia melalui area Kuningan dan Jalan Jenderal Gatot Subroto untuk menuju ke gedung DPR. Sementara, gerbang tol (GT) Bogor Tol Jagorawi akan ditutup dimulai pukul 12:30 - 13:30 WIB. Hal ini untuk memudahkan iring-iringan Raja Salman melintas menuju ke Istana Bogor dan kembali ke area ibukota.
10. Lebih dari sekedar urusan haji dan TKI
Pemerintah Indonesia berusaha untuk memperluas hubungan kerja sama dengan Saudi sehingga tidak lagi terpaku hanya kepada isu tenaga kerja dan kuota haji. Hal ini dilakukan agar hubungan kedua negara terlihat sejajar lantaran Indonesia dan Arab Saudi sama-sama merupakan anggota negara G20.
Itu sebabnya, jenis MoU yang diteken dalam kunjungan Raja Salman mencakup ragam bidang dan tidak terpaku kepada dua isu tersebut.
Juru bicara Kemlu, Arrmanatha Nasir mengatakan untuk bisa mendatangkan Raja Salman ke Indonesia diperlukan proses panjang. Ada intensitas pendekatan yang dilakukan oleh Indonesia dalam tiga tahun terakhir kepada Saudi.
“Menlu Indonesia tiga kali melakukan kunjungan resmi ke Saudi. Sementara, Menlu Saudi dua kali berkunjung ke Indonesia. Itu belum termasuk pejabat tinggi Indonesia lainnya yang juga berkunjung ke sana,” tutur Arrmanatha.
Mekanisme hubungan bilateral kedua negara pun, kata Arrmanatha, sudah dibawa ke tingkat Menlu, tidak lagi pejabat eselon satu seperti dulu.
“Dulu, Ketua Sidang Komisi Bersama (SKB) dari Saudi adalah Direktur Jenderal di bidang ketenagakerjaan, karena selama ini mereka memandang hubungan kerja sama dengan Indonesia sebatas itu. Tetapi, kini SKB sudah dibawa ke level antar Menlu,” katanya
                                                                                               

                                                                                              By : Agus jiddan85


Wednesday, December 28, 2016

Di Balik Tabir Tahun Baru Masehi

Oleh : Agus jiddan
GEMPITA. Langit legam gemerlap oleh cahaya. Memburat kilat yang mempertontonkan keangkuhan tak terhingga, hasil rupiah sia-sia yang ditukarkan oleh kembang api yang tak lain merupakan kolaborasi pembakaran oksidator dan belerang serta sejumlah zat kimia, topeng keindahan sesaat dunia. Jalan-jalan raya pada segenap penjuru dunia, tak terkecuali Indonesia ditumpahi manusia beragam usia, berpawai ria. Hasil taklid buta atas kekufuran yang dibalut reka kemegahan oleh media.
Kita mengikut. Mengajak kerabat dan orang-orang terdekat turut merayakannya. Melukis satu momen ‘rutinan’ yang menggembirakan. Meniup terompet, menyalakan kembang api, makan-makan bersama. Adalah aktivitas yang ‘wajib’ dilakukan demi menegaskan suka-cita. Ribuan lapangan dipasangi panggung mempertontonkan wanita ‘seksi’ berjoged
ria. Nyaris seluruh stasiun televisi menyiarkan asupan yang semakin membakar semangat bertaklid buta. Tak peduli di penjuru mana saja.
Tepat pukul dua belas malam. Waktu yang dinantikan akhirnya tiba. Saat itulah Tahun Masehi berganti. Puncak acara dimulai.
Tahun baru masehi. Sedemikian lekat dengan ummat. Tapi tahukah kita apa makna perayaan tahun baru masehi sesungguhnya? Sudah cukupkah pengetahuan kita akan makna ‘hari istimewa’ itu sehingga kita merasa ‘pantas’ merayakannya sedemikian gembira?
Padahal jauh-jauh hari Allah SWT sudah memperingatkan kita dengan pola pembahasaan yang sedemikian lembut-menusuk, “Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya,” (QS Al Isro’ ; 36).
Sejarah Tahun Baru Masehi
Makna perayaan tahun baru masehi pada 1 Januari dapat kita lihat pada The World Book Encyclopedia tahun 1984, volume 14, halaman 237. “The Roman ruler Julius Caesar established January 1 as New Year’s Day in 46 BC. The Romans dedicated this day to Janus , the god of gates, doors, and beginnings. The month of January was named after Janus, who
had two faces – one looking forward and the other looking backward.”
Pengertian dalam Ensiklopedia Dunia tersebut jika diterjemahkan kurang lebih : “Penguasa Romawi Julius Caesar menetapkan 1 Januari sebagai hari permulaan tahun baru semenjak abad ke 46 SM. Orang Romawi mempersembahkan hari ini (1 Januari) kepada Janus, dewa segala gerbang, pintu-pintu, dan permulaan (waktu). Bulan Januari diambil dari nama Janus sendiri, yaitu dewa yang memiliki dua wajah – sebuah wajahnya menghadap ke (masa) depan dan sebuahnya lagi menghadap ke (masa) lalu.” (Sosok dewa Janus dalam mitologi Romawi)
Saya pribadi merasa sebenarnya “pengertian” tersebut di atas sudah cukup menegaskan segenap kekeliriuan yang kerap kita tiru terkait perayaan tahun baru masehi. Menganggap benar keberadaan ‘dewa’ saja sudah merupakan suatu dosa, apalagi merayakannya?
Perayaan Tahun Baru Masehi di Beberapa Negara Sekutu Islam
Mari kita bahas satu per satu untuk mejernihkan pikiran yang mungkin terlalu terkontaminasi oleh kebiasaan merayakan atau minimal mengistimewakan 1 Januari.
Pertama. Dewa Janus yang disebutkan sebelumnya merupakan sesembahan kaum Pagan Romawi. Kaum Pagan adalah suatu kaum yang dalam bahasa kita disebut kaum kafir penyembah berhala. Kaum Pagan hingga kini biasa memasukkan budaya mereka ke dalam budaya kaum lainnya, sehingga terkadang tanpa sadar kita mengikuti mereka. Kaum Pagan sendiri biasa merayakan tahun baru mereka (atau Hari Janus) dengan mengitari api unggun, menyalakan kembang api, dan bernyanyi bersama. Kaum Pagan di beberapa tempat di Eropa juga menandainya dengan memukul lonceng atau meniup terompet.
Coba lihat persamaan ‘ritual’ yang saat ini turut kita lakukan dan diwariskan turun-temurun kepada anak, keponakan, cucu, dan generasi-generasi muda islam saat 1 Januari tiba. Perayaan tak berdasar yang menjadi hal ‘biasa’ karena terlalu ‘terbiasa’.
Kedua. Menurut kepercayaan orang Jerman, jika mereka makan sisa hidangan pesta perayaan New Year’s Eve (Tahun Baru) di tanggal 1 Januari, mereka percaya tidak akan kekurangan pangan selama setahun penuh.
Ketiga. Dalam kepercayaan umat Nasrani yang mayoritas menduduki belahan dunia bagian Barat, tahun baru Masehi dikaitkan dengan kelahiran Yesus Kristus. Itulah sebab agama Nasrani sering juga disebut agama Masehi. Dalam kepercayaan Nasrani, masa sebelum lahirnya Yesus Kristus dikenal sebagai masa Sebelum Masehi (SM) dan masa kelahiran Yesus disebut sebagai tahun Masehi.
Keempat. Sedangkan bagi umat Majusi (kaum kufur penyembah api) yang ada di Persia, tahun baru masehi diperingati sebagai “Hari Raya Agama Mereka”. Mereka menyebut hari raya tersebut sebagai Hari Nairuz/Narus. Nairuz memiliki arti tahun baru dan mereka meyakini pada tahun baru tersebutlah Tuhan menciptakan cahaya sehingga mereka yang tak lain
adalah penyembah api teramat menilai mulia hari tersebut. Perayaan “Hari Raya” kaum majusi dilakukan dengan segenap kefasikan meliputi ritual meniup terompet, bersenang nan berfoya ria. Mereka berkumpul di pantai dan jalan-jalan, bercampur-baur lelaki dan perempuan, bergembira dengan menyanyi dan menari-nari serta berteriak-teriak sepanjang malam.
Sekali lagi, cobalah dengan segenap logika kita menarik “persamaan” ritual yang terjadi di lingkungan kita, di sekeliling kita, di kampus kita, bahkan di negara kita. Tidakkah kita turut melakukan ritual serupa?
Lantas “saudara-saudara seiman dan se-Tuhan” kita akan mencela mentah-mentah segenap fakta yang kita ungkapkan terkait kekeliruan yang terlanjur mendarah daging tersebut. Kalimat-kalimat menolak standar : “Ah, tergantung niat kali!” atau malah yang lebih parah “Merayakan tahun baru itu bukti syukur, karena kita mensyukuri waktu yang masih diberikan Tuhan untuk kita, makanya kita merayakannya!”.
Nah, lho? Mensyukuri dengan cara mengikuti kebiasaan nan ritual penentang Allah pernahkah dibenarkan? Bahasa lainnya sama saja Anda memasang pohon natal dan pergi ke gereja tapi ngotot mengakui itu sebagai ibadah yang islami. Sama-sama ‘ritual’ kan? Bukankah pada point 3 di atas dijelaskan dengan gamblang bahwa Tahun Baru Masehi adalah merupakan “Hari Raya Agama Majusi” yang tak lain sama dengan agama-agama selain Islam yakni kufar penyekutu Allah SWT?
Umat Islam dan Tahun Baru Masehi Hari Ini
Beranjak ke daerah wisata termasyhur Indonesia, Puncak Bogor. Pada Tahun Baru Masehi 2012, salah satu koran kenamaan kota hujan yang dikenal dengan Harian RADAR Bogor edisi Selasa (4/12/12) memuat artikel berjudul “Belanja Syahwat Kota Bogor Rp 74 M”. Angka yang fantastis melonjak atas pembelian kondom menjelang malam perayaan tahun baru. Lebih fantastis lagi karena angka milyaran tersebut didominasi oleh anak muda bahkan pelajar usia sekolah. Kita tentu bukan anak 5 tahun yang serba polos lantas kembali menyangkal seperti sebelumnya demi mengatakan pembelian kondom dengan jumlah fantastis tersebut juga “Tergantung niat lah!”.
Sejumlah data akurat membuktikan peningkatan kasus seks bebas (dalam hal ini saya lebih suka menyebutnya sebagai kasus ‘perzinahan’, karena ‘seks bebas’ sebenarnya adalah bahasa ‘koran’ yang sengaja dibuat untuk ‘menghaluskan arti’ sedangkan bahasa agama kita menyebutnya dengan istilah ‘zina/perzinahan’ yakni sesuai dengan pembahasaan ‘Al-Qur’an’) terjadi pada malam tahun baru.
Saat semua orang terlena pada perayaan turun-temurun. Kondom dipandang menjadi solusi ‘zina’ dengan cara ‘sehat’. Cukup kreatif jika kita kemudian mengusulkan pada label kondom ditambahkan kalimat ‘zina sehat dengan dosa berkali lipat’. Yang mengaku lebih bisa menjaga diri, sekalipun tidak atau belum terlibat pada perzinahan serupa, minimal turut mendapatkan imbas dosa.
Kerugian pertama, karena merayakan ritual kaum kafir. Kerugian kedua, sholat lima waktu terlalaikan. Kerugian ketiga, keempat dan seterusnya, silakan amati, renungi, dan fahami oleh diri anda sendiri. Lantas, saatnya berisghfar. Kawanku, tidakkah berusaha kita indahkan peringatan kekasih Allah, Rasulullah Muhammad SAW berikut ini; “Sungguh kalian akan mengikuti jalan orang-orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta sampai jika orang-orang yang kalian ikuti itu masuk ke lubang dhob (ada yang menyebutnya lubang biawak), pasti kalian pun akan mengikutinya.” Kami (para sahabat) berkata, “Wahai Rasulullah, Apakah yang diikuti itu adalah Yahudi dan Nashrani?” Beliau menjawab, “Lantas siapa lagi?” [HR. Muslim no. 2669, dari Abu Sa’id Al-Khudri.]
Juga sabdanya ; “Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka.” [HR. Ahmad dan Abu Daud. Syaikhul Islam dalam Iqtidha‘ (1/269) mengatakan bahwa sanad hadits ini jayid/bagus. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shohih sebagaimana dalam Irwa’ul Ghalil no. 1269.]
Menyerupai orang kafir (tasyabbuh) ini terjadi dalam hal pakaian, penampilan dan kebiasaan. Tasyabbuh di sini diharamkan berdasarkan dalil Al-Qur’an, As Sunnah dan kesepakatan para ulama (ijma’). [Lihat penukilan ijma’ (kesepakatan ulama) yang disampaikan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam Iqtidha’ Ash Shiratil Mustaqim, 1/363, Wazaratu Asy Syu-un Al-Islamiyah, cetakan ketujuh, tahun 1417 H.]
Sikap Kita
Bukankah perayaan tahun baru masehi dengan segudang gempitanya telah menjadi ‘budaya’ yang menasional, bagaimana menyikapinya?
Kalender pun terlanjur merah, Kawan. Mengubah sistem memang tidak semudah membalik telapak tangan. Mau tidak mau si empunya pengatur kalender nasional memang terlanjur ‘memerahkan’ kalender pada 1 Januari. Sekolah-sekolah dan instansi pemerintahan diliburkan, seakan memberi ruang untuk merayakan tahun baru dengan segenap gegap fasiknya. Tapi bukan berarti kita turut pula keterlanjuran menjerumuskan diri pada aktivitas perayaan yang dibahas sebelumnya.
Cukup anggap itu sebagai hari libur biasa, tiada yang istimewa, mengisi waktu dengan banyak memohon ampunan atas taklid buta yang dibenciNya nan terjadi di sekeliling kita. Memohon ampun atas kelemahan diri kita dalam menyampaikan kalamNya sekaligus memohon kekuatan dalam menyampaikan kebenaran. Dan, jangan lupa, semampu kita, sekuat yang kita bisa, sudah menjadi kewajiban kita untuk mengingatkan sekeliling, lingkungan, keluarga, dan siapa saja untuk ‘membatalkan
niat’ merayakan tahun baru masehi. Lho, mana bisa!! Itu penyangkalan yang salah, tentu saja bisa!!…. sampaikanlah walau satu ayat.
Lalu muncul lagi ‘keraguan’, mengiringi sikap pesimis kita sebenarnya. Keraguan yang memiliki energi cukup kuat agar kita membatalkan niat dalam memberikan ‘peringatan’. Modelnya berupa fikiran sempit ; “Lagipula, walaupun Saya mengingatkan sekeliling atau Indonesia sekalipun, toh perayaan itu tak akan berkurang efeknya. Rasanya nyaris tak mungkin siaran tivi menghentikan asupan panggung-panggung gemerlapnya.
Rasanya hampir tak mungkin seratus persen pemuda kota kita menghentikan niatnya tersebut hanya dari peringatan seorang diri kita yang ‘bukan siapa-siapa’ ini”. Ya, memang benar, benar sekali.
Tapi pikirkanlah sekali lagi, setidaknya dengan memberikan peringatan, kita memiliki sedikit bekal jawaban demi menjawab pertanyaanNya kelak; “Hai, Fulan, Aku mengetahui engkau tidaklah merayakan Tahun baru masehi seperti yang dilakukan kebanyakan saudara-saudaramu di dunia.
Namun yang Kupertanyakan, apa yang kamu lakukan di kala saudara-saudaramu itu merayakan hari fasik itu?”. Minimal dengan kejujuran kita bisa memberikan jawaban ; “Mohon ampun wahai Allah. Aku memperingatkan mereka dengan segenap kemampuanku. Lewat lisan langsung, lewat tulian, lewat media… Aku telah memperingatkan keluarga hingga aku dicela, aku memberi peringatan pada sahabat hingga aku dihina….”
Ya, begitulah, dan seterusnya. Biarkan catatan kelam atas peringatan yang kita sampaikan hari ini menjadi alasan Allah SWT mengampuni kita kelak. Semoga. Bayangkanlah saat kita memilih hanya diam dalam kefahaman. Apakah kelak kita akan menjawab dengan segenap penyesalan ; “Tidak, Ya Allah, tidak. Sekalipun hamba tidak pernah memperingatkan mereka”. Silakan bayangkan saja murka Allah karenanya.
Lebih jauh melihat ke hari esok, tentu kita memiliki harapan lebih besar, penegakkan daulah islamiah di muka bumi ini. Menyampaikan kita pada pemenangan islam. Entah kapan berita bahagia itu akan tiba. Entahlah, yang pasti perjalanan panjang dimulai dari langkah pertama.
Begitupun hasil besar di akhir merupakan penerusan dari hal kecil yang dimulai hari ini. Jangan ragu, mari memulai. Mulailah memperingatkan. Hingga terbiasa. Walahu’alam. []

Monday, July 25, 2016

Pengertian Nikah Menurut Agama

Pengertiaan nikah: yaitu menyatu atau terkumpul. Berdasarkan istilah yang lainnya bisa berarti juga akad nikah atau ijab qobul yang mengharuskan sebuah hubungan yang terjadi sepasang manusia diucapkan dengan kata-kata dan ditujukan agar melanjutkan hubungan untuk membina rumah tangga, berdasarkan peraturan agama Islam. Adapun kata zawaj dari Al-Quran ini berarti pasangan yang pada penggunaannya bisa diartikan sebagai sebuah pernikahan, dimana Allah menjadikan manusia untuk berpasang-pasangan, dengan menghalalkan pernikahan serta mengharamkan yang namanya Perbuatan Zina.

Perbedaan Pengertian Nikah

Pengertian nikah terdapat 2 perbedaan selain di atas, di antaranya perbedaan pengertian berdasarkan istilah dan bahasa. Nikah berdasarkan bahasa, nikah ini berasal dalam bahasa Arab adapun menurut bahasa Indonesia biasanya diterjemahkan dalam arti kawin atau perkawinan. Jadi, nikah berdasarkan bahasa memiliki arti yaitu menjodohkan, mengumpulkan dan menggabungkan. Sementara pengertian dari nikah berdasarkan istilah dari syariat Islam yaitu akad untuk menghalalkan sebuah hubungan atau pergaulan di antara perempuan dan laki-laki yang tak terdapat hubungan Mahram dengan adanya akan maka terbentuklah hak beserta kewajiban pada kedua insan tadi.

Hukum Pernikahan

Selain pengertian nikah diatas, sebagai umat Muslim kita harus mengetahui bagaimana Hukum Islam tentang nikah. Sebenarnya, Islam begitu menganjurkan setiap umatnya yang telah mampu menikah. Akan tetapi, terjadi beberapa kondisi sendiri membuat hukum nikah dibagi ke dalam 5 golongan, diantaranya:
1. Wajib
Hukum menikah adalah wajib untuk orang yang bisa atau mampu melakukan pernikahan, jika tak menikah maka ia pun akan terjerumus pada perzinaan. Hal ini berdasarkan dari sabda Rasulullah SAW yang berbunyi: ”Wahai golongan pemuda, jika ada di antara dirimu yang telah cukup biaya (mapan) maka sebaiknya hendaklah menikah. Sebab sesungguhnya pernikahan itu akan menghalangi pandangan (pada apa yang dilarang agama) dan juga untuk menjaga kehormatan. Barang siapa tidak sanggup mengerjakannya, sebaiknya hendaklah berpuasa. Sebab puasa merupakan perisai baginya.” (HR.Bukhari Muslim).
2. Sunnah
Hukum menikah adalah sunah untuk orang yang memiliki keinginan dan dirinya yang memiliki biaya dengan begitu bisa memberikan nafkah untuk istrinya beserta keperluan yang lainnya yang wajib dipenuhi kelak.
3. Makruh
Selain wajib dan sunah, hukum menikah adalah makruh untuk orang yang tak mampu melakukan pernikahan sebab tak bisa memberikan belanja atau nafkah pada istrinya maupun kemungkinan yang lainnya yakni lemah syahwat. Hal ini berdasarkan firman dari Allah SWT yang berbunyi: “Hendaklah kalian menahan diri karena tak memiliki biaya untuk menikah, sampai Allah mencukupkan sebagian Karunia-Nya.” (An-Nuur/24:33).
4. Mubah
Hukum menikah selanjutnya adalah mubah untuk orang yang tak terdesak beberapa hal yang mewajibkannya untuk segera menikah maupun yang telah mengharamkannya.
5. Haram
Dan yang terakhir, hukum menikah menjadi haram jika seseorang yang hendak menikahi karena niat menyakiti atau menyia-siakan istrinya. Adapun hukum haram tersebut juga ditujukan untuk orang yang tak memiliki kemampuan membelanjakan sang istri atau mencukupi kebutuhan istri, sementara nafsunya tak mendesak.
Jadi, hukum pernikahan sendiri disesuaikan berdasarkan kondisi seseorang yang hendak atau ingin menikah. Dengan keterangan di atas, kita bisa membedakan mana hukum yang tepat untuk kasus atau kondisi yang diharuskan ataupun diharamkan menikah.

Manfaat Pernikahan Dalam IslamSebuah kebahagian yang begitu luar biasa disaat melihat kalian berdua saling berpegangan tangan dipelaminan dan melangsungkan akad nikah sebagai buah dari awal cinta kalian yang smpurna. Doaku untuk kamu berdua, semoga pernikahan kalian kekal sampai ke anak cucu, serta berakhir sampai kematian memisahkan. Selamat menempuh hidup baru kawanku.

Ada banyak sekali manfaat yang didapatkan dari pernikahan. Dimana, pernikahan merupakan sebuah cara yang suci dan halal dalam menyalurkan nafsu tanpa perzinaan maupun pelacuran atau sejenisnya yang sangat di benci oleh Allah yang tentunya sangat merugikan. Dengan menikah bisa mendapatkan ketenangan hidup, ketenteraman dan kasih sayang. Menikah bisa menjaga kesucian diri serta melakukan tuntutan sesuai syariat, menciptakan keturunan yang bermanfaat baik untuk agama, bangsa maupun negara.
Bisa dijadikan sebagai media edukasi, dimana agama Islam sendiri sangat teliti untuk menyediakan lingkungan sehat agar bisa membesarkan anak. Adapun anak yang telah dibesarkan tanpa kehadiran orang tua bisa memudahkan mereka terjerumus pada segala perbuatan yang tak bermoral. Maka dari itu, keluarga atau institusi dari kekeluargaan sangat direkomendasikan Islam untuk mendidik dan menciptakan anak-anak yang sholeh/sholehah.

 Selamat buat Agus Jiddan & Mahdalena sianipar

 Sebuah kebahagian yang begitu luar biasa disaat melihat kami berdua saling berpegangan tangan dipelaminan dan melangsungkan akad nikah sebagai buah dari awal cinta kami yang smpurna., semoga pernikahan kami kekal sampai ke anak cucu, serta berakhir sampai kematian memisahkan kami.
tanggal 16-07-2016 dengan mahar Rp 160716...

Tuesday, May 31, 2016

Jadwal puasa ramadhan 1437/2016 medan sekitar

                                                                 
                                                            يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
                “Hai orang2 yang beriman, diwajibkan bagimu berpuasa, sebagaimana telah diwajibkan pada orang2 sebelum kamu. Mudah2an kamu bertakwa” (Al -Baqarah:183)

Tanggal Imsak Subuh Terbit Duha Zuhur Asar Magrib Isya
06 juni 2016 04:42 04:52 06:11 06:39 12:27 15:52 18:36 19:51
07 juni 2016 04:42 04:52 06:12 06:40 12:27 15:53 18:37 19:51
08 juni 2016 04:42 04:52 06:12 06:40 12:27 15:53 18:37 19:52
09 juni 2016 04:42 04:52 06:12 06:40 12:28 15:53 18:37 19:52
10 juni 2016 04:43 04:53 06:12 06:40 12:28 15:53 18:37 19:52
11 juni 2016 04:43 04:53 06:12 06:40 12:28 15:54 18:38 19:52
12 juni 2016 04:43 04:53 06:13 06:40 12:28 15:54 18:38 19:53
13 juni 2016 04:43 04:53 06:13 06:41 12:28 15:54 18:38 19:53
14 juni 2016 04:43 04:53 06:13 06:41 12:29 15:54 18:38 19:53
15 juni 2016 04:43 04:53 06:13 06:41 12:29 15:55 18:38 19:53
16 juni 2016 04:43 04:53 06:13 06:41 12:29 15:55 18:39 19:54
17 juni 2016 04:44 04:54 06:13 06:42 12:29 15:55 18:39 19:54
18 juni 2016 04:44 04:54 06:14 06:42 12:29 15:55 18:39 19:54
19 juni 2016 04:44 04:54 06:14 06:42 12:30 15:56 18:39 19:54
20 juni 2016 04:44 04:54 06:14 06:42 12:30 15:56 18:40 19:55
21 juni 2016 04:44 04:54 06:14 06:42 12:30 15:56 18:40 19:55
22 juni 2016 04:45 04:55 06:15 06:43 12:30 15:56 18:40 19:55
23 juni 2016 04:45 04:55 06:15 06:43 12:31 15:56 18:40 19:55
24 juni 2016 04:45 04:55 06:15 06:43 12:31 15:57 18:40 19:55
25 juni 2016 04:45 04:55 06:15 06:43 12:31 15:57 18:41 19:56
26 juni 2016 04:46 04:56 06:15 06:43 12:31 15:57 18:41 19:56
27 juni 2016 04:46 04:56 06:16 06:44 12:31 15:57 18:41 19:56
28 juni 2016 04:46 04:56 06:16 06:44 12:32 15:57 18:41 19:56
29 juni 2016 04:46 04:56 06:16 06:44 12:32 15:58 18:41 19:56
30 juni 2016 04:47 04:57 06:16 06:44 12:32 15:58 18:42 19:56
01 juli 2016 04:47 04:57 06:17 06:44 12:32 15:58 18:42 19:56
02 juli 2016 04:47 04:57 06:17 06:45 12:32 15:58 18:42 19:57
03 juli 2016 04:47 04:57 06:17 06:45 12:33 15:58 18:42 19:57
04 juli 2016 04:48 04:58 06:17 06:45 12:33 15:58 18:42 19:57
05 juli 2016 04:48 04:58 06:17 06:45 12:33 15:58 18:42 19:57

Sunday, April 10, 2016

Tujuh Peringkat Nafsu Manusia



Sebelum berbicara mengenai 7 tingkatan nafsu mari kita membahas dahulu apa sebenarnya "Nafsu" itu? Nafsu merupakan suatu keinginan manusia kepada sesuatu. Pada dasarnya wajar setiap manusia memiliki keinginan akan sesuatu selama tidak bertentangan dengan perintah Allah SWT.
Namun kebanyakan dari kita mengertikan nafsu itu dari sudut negatif. Mungkin setelah dijelaskan mengenai 7 tingkatan nafsu, kita boleh memahami nafsu dari segi positifnya. Namun ketika ini sedikit sekali orang yang manggunakan nafsunya untuk mendekatkan diri pada Allah SWT. Padahal jika nafsu boleh diperintah dengan baik, boleh mengubah hati manusia dari keruh menjadi sangat jernih.
Dan firman Allah SWT: "Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, maka sesungguhnya surgalah tempat tinggal(nya)".
1- NAFSU AMARAH:
Nafsu ini adalah nafsu yang paling mudah menjerumuskan manusia kedalam panasnya api neraka. Orang yang memiliki nafsu ini tentu tidak kenal dengan yang namanya akhirat. Orang ini senang melakukan perbuatan yang dilarang asalkan dirinya boleh merasa senang dengan perbuatannya (dosa) itu.

2- NAFSU LAWWAMAH:
Nafsu  ini tingkatannya lebih tinggi daripada nafsu amarah. Orang yang berada pada tahap nafsu lawwamah ini sudah tau antara perbuatan yang dilarang dan amal kebajikan. Saat jatuh pada kejahatan dia masih merasa puas namun di ketika lain ia menyesali perbuatannya itu. Dia Kadang ia berbuat baik dan setelah itu akan kembali melakukan perbuatan dosa lagi. Orang yang seperti ini masih belum boleh dijamin masuk surga.

3- NAFSU MULHAMAH:
Orang yang berada pada tingkatan ini apabila hendak melakukan amal kebajikan terasa berat. Namun dalam keadaan bermujahadah dia berbuat kebaikan-kebaikan karena ia sudah mulai takut pada kemurkaan Allah dan pedihnya api Neraka. Bila berhadapan dengan kemaksiatan, hatinya masih rindu dengan maksiat. Namun ia masih dapat melawan dengan membayangkan nikmatnya berada di Syurga. Dia sudah mengenal penyakit-penyakit yang berada dalam hatinya. Seperti iri hati, dengki, syirik, dan lain-lain. Tapi dia masih belum mampu melawan. Bila penyakit-penyakit hati ini sudah tidak ada lagi, ia akan rasa satu kenikmatan baru dalam hatinya dan akan merasa benci dalam melakukan kejahatan. Dan pada saat itu dia telah meningkat ke taraf nafsu yang lebih baik lagi yaitu Nafsu Muthmainnah.

4- NAFSU MUTHMAINNAH:
Orang yang berada dalam tingkatan ini sudah dijamin masuk surga. Sesuai dengan yang terkandung dalam surat Al- Fajr ayat 27-30 : "Hai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang redha dan diredhai, maka masuklah ke dalam golongan hamba-hamba-Ku, dan masuklah ke dalam Syurga-Ku". Orang yang berada dalam tingkatan ini sentiasa dijauhkan dari rasa cemas dan gelisah atas segala ketetapan Allah SWT dan selalu merasa sejuk hatinya, tenteram jiwanya, jika dia bisa melakukan suatu amal kebajikan. Hatinya senantiasa rindu pada Allah SWT.

5- NAFSU RADHIAH:
Sifat dari nafsu ini adalah dia selalu menganggap yang makruh itu haram, dan yang sunat ia anggap itu kewajiban. Jika ia tidak melaksanakan apa yang disunatkan, ia merasa berdosa. Baginya takdir baik atau buruk adalah sama saja. mereka tidak peduli dengan urusan yang berbau dunia. Karena hati mereka hanya pada Allah dan redha atas segala ketentuan yang Allah berikan kepadanya.

6- NAFSU MADRHIYAH:
Tingakatan ini lebih tinggi dari tingkatan nafsu radhiah. Yang istimewa pada tingkatan ini adalah Bukan hanya orang pada tingkatan nafsu ini yang sangat mencintai Allah SWT, tapi Allah SWT juga sangat mencintainya. Dia buat Allah SWT cinta padanya dengan melaksanakan apa yang di sunatkan dan tidak melaksanakan sebuah dosa walaupun sekecil jarum di lautan. Sesuai dengan Hadist Qudsi : "Senantiasa hamba-Ku mendekatkan diri kepadaku dengan mengerjakan ibadah-ibadah sunnah sehingga Aku cinta padanya. Maka apabila Aku telah mencintainya, jadilah Aku pendengarannya yang dengannya ia mendengar, penglihatannya yang dengannya ia melihat, perkataannya yang dengannya ia berkata, jadilah Aku tangannya yang dengannya ia berbuat, jadilah Aku kakinya yang dengannya ia melangkah, dan akalnya yang dengannya ia berpikir".





                                                            
7- NAFSU KAMILAH:
Tingakatan yang ketujuh ini adalah tingkatan para Nabi dan Rasul, manusia yang suci dan sempurna. Yang terpelihara dari perbuatan tercela dan Allah selalu mengawasi dan membimbingnya. Untuk meraih nafsu dari peringkat yang paling bawah hingga peringkat diatasnya diperlukankan untuk Mujahadah hingga Allah SWT yakin akan usahanya. Untuk itu marilah kita tak terkecuali saya sendiri berlumba-lumba untuk meningkatkan peringkat nafsu kita hingga ke tingkat yang lebih tinggi agar kita semua ditempatkan oleh Allah SWT di taman surganya yang tak dapat dilukis oleh panca indera kita kerana keindahannya

Thursday, March 31, 2016

Mulai 1 April, Harga Premium Turun Jadi Rp 6.450, Solar Rp 5.150

 Pemerintah menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) baru untuk premium. Keputusan ini didapat seusai rapat terbatas di Istana Kepresidenan, Rabu (30/3/2016).
"Hari ini, kami putuskan harga BBM untuk premium menjadi Rp 6.450 dan solar Rp 5.150," ujar Menteri ESDM Sudirman Said seusai rapat.
Dia mengungkapkan, harga baru ini akan mulai berlaku sejak tanggal 1 April 2016. Adapun harga premium sebelumnya Rp 6.950, dan harga solar sebelumnya Rp 5.650.
Untuk harga minyak tanah, harganya tidak berubah, yakni tetap Rp 2.500 per liter.
Sudirman mengaku, pertimbangan menurunkan harga BBM ini juga sudah melalui berbagai pertimbangan, terutama permintaan agar pemerintah tidak melepas harga BBM ke pasar.
Setelah menetapkan harga premium baru ini, pemerintah akan kembali lakukan kajian harga BBM dalam tiga bulan mendatang.
Namun, pemerintah tetap berharap agar tak ada gejolak harga yang timbul selama enam bulan mendatang, terutama menjelang pelaksanaan hari raya Idul Fitri.
Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengungkapkan, Presiden Joko Widodo menginstruksikan agar setelah adanya penurunan harga BBM, tarif angkutan umum juga diwajibkan turun.

Tuesday, March 29, 2016

Harga Baru BBM Segera Diumumkan



JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said memastikan, dalam waktu dekat pemerintah akan mengumumkan harga baru Bahan Bakar Minyak (BBM) yang akan berlaku di April 2016.

Sesuai dengan formula yang dipegang pemerintah, perhitungan harga BBM untuk premium dan solar ditetapkan setiap tiga bulan satu kali. Di mana April menjadi bulan penetapan harga BBM yang baru akan diberlakukan.

"BBM sedikit lagi diumumin yah, Pak Wirat ya," kata Sudirman yang didampingi Plt Dirjen Migas I.G.N. Wiratmaja Puja di Kantor Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan (DJK), Jakarta, Senin (28/3/2016).

Sudirman menuturkan, dalam penentuan harga BBM yang berlaku di April hingga Juni tetap melihat seluruh aspek yang masuk dalam perhitungan. Sudirman memastikan, penerapan harga BBM pada bulan depan tidak akan mengalami penurunan maupun peningkatan yang signifikan.

"Karena harus diingat selalu, lihatlah seluruh studi, apakah penurunan BBM itu serta merta menurunkan harga-harga begitu, itu sedikit sekali impact-nya, sementara kenaikan sedikit saja itu harga naik, siapa yang paling kena kalau harga naik, ya masyarakat kecil paling bawah," tambahnya.

Oleh karena itu, kata Sudirman, dalam penetapan harga BBM baru di April 2016 akan terus memantau perkembangan ekonomi. Apalagi, di Juni-Juni merupakan bulan yang penuh dengan momen, seperti puasa, Lebaran hingga liburan.

"Pasti masyarakat butuh support karena itu kita sebisa mungkin agar nanti tidak berpengaruh pada Juli, Juni atau Juli tidak ada kenaikan, jadi kita masih mencari formula yang bisa dijaga," tandasnya.