animasi-bergerak-agama-religi-0150 animasi-bergerak-selamat-datang-0025 animasi-bergerak-selamat-datang-0025 animasi-bergerak-selamat-datang-0025

Friday, December 6, 2013

Renungan Tahun Baru 2014, Melepas Akhir 2013

 Renungan akhir Tahun 2013 , Dimana kita berdiri tidak penting, yang penting kemana kita akan melangkah
Siapa diri kita sekarang tidak penting, yang penting kita mau menjadi siapa dengan pribadi yang bagaimana
Siapa orang tua kita tidak penting, yang penting kita mau menjadi anak yang bagaimana
Masa lalu tidak penting, yang penting hari ini dan esok
Bagaimana orang memandang kita tidak penting, yang penting bagaimana kita memandang orang, dan bagaimana kita memandang diri kita sendiri

Berapa besar kepercayaan orang ditentukan oleh berapa besar kejujuran dan kredibilitas kita
Buah yang bagaimana yang akan kita petik ditentukan oleh bagaimana kita menanam, Bagaimana sekarang kita berproses inilah yang akan menentukan hasil akhir dari semuanya. Jangan kita mengharapkan orang lain atau pasangan kita utk berubah, jika kita sendiri belum mau berubah (sikap,kata-kata, pola pikir, egois)

Sukses tidak selalu diukur dengan harta/popularitas. Sukses juga diukur “Kesehatan Mental”, Maka buang sikap iri, sombong, serakah, benci, menganggap rendah orang lain, dan lainnya
Ada Hal dalam hidup yang tidak bisa kembali :
- Waktu
- Kenangan
- Kesempatan

Ada 3 Hal yang dapat menghancurkan hidup seseorang :
- Keegoisan
- Memanfaatkan orang
- Mempermainkan/menggantungkan perasaan seseorang

Ada 3 Hal yang tidak boleh hilang :
- Harapan
- Keikhlasan
- Semangat

Ada 3 Hal yang paling berharga :
- Kasih Sayang
- Keluarga
- Teman

Ada 3 Hal dalam dunia yang tidak pernah pasti :
- Kekayaan
- Hidup
- Mimpi

Ada 3 hal yang membuat kita sukses :
- Kerja keras
- Kemauan
- Fokus

Ada 3 hal untuk menjaga suatu hubungan tetap awet :
- Kejujuran
- Komitmen
- Pengertian

Sudah seberapa berarti Anda di 2013 sudah seberapa optimis keyakinan Anda pada tahun 2014? Apa yang Anda pikirkan itu pulalah yang akan Anda hadapi dan terima, Selamat Tahun Baru 2014
Mudah-mudahan tahun 2014 lebih baik daripada tahun 2013 Amiiiin.......
                                                                            
                                                                                                                       Agus jiddan

Saturday, November 9, 2013

Penelitiaan Australia Pria Punah 5 juta tahun lagi

 news - Proses evolusi kromosom Y, kromosom penentu jenis kelamin laki-laki, dianggap tidak stabil.
Peneliti genetika Universitas LaTrobe Australia, Profesor Jenny Graves mengungkapkan, dalam waktu lima juta tahun ke depan, dampak evolusi kromosom itu bisa jadi mengakibatkan punahnya jenis kelamin pria.

Jenny mendasarkan pada perhitungan penyusutan kromosom Y. Sekitar 166 juta tahun yang lalu, kromosom Y mempunyai 1.669 gen. Namun, hari ini jumlahnya menyusut menjadi 45 gen saja. Artinya, per satu juta tahun, gen kromosom Y hilang 9,8 gen.

"Dengan perhitungan tersebut, kromosom Y akan punah dalam 4,6 juta tahun yang akan datang, dan pria bisa punah," jelas Profesor Jenny dalam presentasi seminar "Genom Aneh pada Hewan, Jenis Kelamin dan Masa Depan Pria" di Kedubes Australia, Kuningan, Jakarta, Rabu 21 Agustus 2013.

Dia menyebutkan, penyebab merosotnya gen yakni mutasi, pembatalan, dan penyisipan sel secara terus menerus dalam testis.

Menurutnya tempat testis berkembang menjadi lingkungan yang kurang baik bagi kromosom Y. Dalam evolusi itu, gen potensial laki-laki yang dibawa oleh kromosom Y, banyak yang disalin ke kromosom X. Akibatnya, jenis kelamin laki-laki bisa menyusut di masa depan.

Ia juga berspekulasi, bila nantinya manusia tidak punah, maka gen dan kromosom penentu jenis kelamin baru akan berevolusi. "Ini proses yang alamiah. Mungkin nantinya akan mengarah pada evolusi spesies hominid baru,"

Tuesday, November 5, 2013

Saatnya Hijrah: Renungan Tahun Baru Islam 1435 H

 “Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad dengan harta dan jiwanya pada jalan Allah dan orang-orang yang memberikan tempat kediaman dan pertolongan (kepada orang-orang Muhajirin), mereka itu satu sama lain lindung-melindungi. Dan (terhadap) orang-orang yang beriman, tetapi belum berhijrah, maka tidak ada kewajiban sedikitpun atasmu melindungi mereka, sebelum mereka berhijrah. (Akan tetapi) jika mereka meminta pertolongan kepadamu dalam (urusan pembelaan) agama, maka kamu wajib memberikan pertolongan kecuali terhadap kaum yang telah ada perjanjian antara kamu dengan mereka. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. Dan orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad pada jalan Allah, dan orang-orang yang memberi tempat kediaman dan memberi pertolongan (kepada orang-orang Muhajirin), mereka itulah orang-orang yang benar-benar beriman. Mereka memperoleh ampunan dan rezki (nikmat) yang mulia. Dan orang-orang yang beriman sesudah itu kemudian berhijrah serta berjihad bersamamu maka orang-orang itu termasuk golonganmu (juga). Orang-orang yang mempunyai hubungan kerabat itu sebagiannya lebih berhak terhadap sesamanya (daripada yang bukan kerabat) di dalam kitab Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu”. (QS Al-Anfal: 72-75)
Dalam konteks hijrah, telah hadir dua kelompok manusia yang secara bersama mendapat penghargaan dan tempat istimewa di sisi Allah atas ketulusan pengorbanan dan pengabdian mereka. Dua kelompok tersebut diabadikan dengan istilah yang indah dalam Al-Qur’an, yaitu Muhajirin dan Anshar. Muhajirin adalah orang-orang yang dengan suka rela meninggalkan semua yang mereka miliki beserta tanah air tempat tinggal mereka demi menyambut seruan Allah dan Rasul-Nya. Sedangkan kelompok Anshar adalah mereka yang siap menerima, membela, memberi perlindungan dan bantuan kepada orang-orang yang berhijrah dengan tanpa mengharapkan imbalan selain balasan pahala dari Allah swt.
Kedua kelompok manusia ini diabadikan oleh Allah dalam Al-Qur’an dengan penghargaan dan jaminan yang tertinggi Ridha Allah dan surga-Nya yang abadi. Allah SWT berfirman: “Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari golongan Muhajirin dan Anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. Mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar”. (QS At-Taubah: 100).
Yang menarik untuk dicermati dari ayat yang menyebut aktor pelaku hijrah bahwa selain dari kelompok Muhajirin dan Anshar, Allah masih membuka peluang jaminan dan penghargaan yang sama dengan mereka bagi siapapun yang mampu mengikuti jejak teladan kedua kelompok itu dengan baik pasca hijrah yang tersirat dari firman-Nya: “dan orang-orang yang mengikuti mereka (Muhajirin dan Anshar) dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. Mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar”.
Demikian gambaran hijrah Rasul dengan para sahabatnya dalam konteks sejarah ayat di atas ternyata sarat dengan nilai perjuangan, pengorbanan, kepedulian terhadap sesama, kesabaran dan persaudaraan (ukhuwah) yang melebihi batas kekeluargaan dan kekerabatan karena direkat dengan ikatan aqidah. Nilai luhur ini merupakan nilai universal yang berlaku sepanjang zaman pasca sabda Rasulullah saw tentang hijrah: “Tidak ada hijrah setelah pembebasan kota Mekah, tetapi jihad dan niat”. (H.R. Bukhari).
Pelajaran lain dari ayat-ayat hijrah, bahwa aktivitas hijrah tidak terlepas dan selalu diapit dengan iman sebagai pondasi dan perjuangan (jihad) sebagai nilai aplikatif dari hijrah. Pendampingan dan pengapitan hijrah dengan iman dan jihad di dalam Al-Qur’an tentu bukan sebatas memenuhi standar keindahan bahasa Al-Qur’an, tetapi lebih dari itu terdapat nilai dan hikmah yang dikehendaki oleh Allah agar kita senantiasa memaknainya; bahwa hijrah memang merupakan bukti ketulusan iman seseorang, sedangkan jihad merupakan buah sekaligus konsekuensi logis dari aktivitas hijrah. Iman tanpa hijrah tidak akan bermakna, begitu pula hijrah tanpa jihad berarti tidak berbuah. Makanya pendampingan ini berulang sebanyak sembilan kali, diawali dengan surat Al-Baqarah: 218 yang berbunyi: “Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. Kemudian disusul secara berurutan dengan surat Ali Imran: 195, Al-Anfal; 72-75, At-Taubah: 20, An-Nahl: 41 dan 110, serta surat Al-Hajj: 58.
Semua ayat yang berbicara tentang hijrah di atas adalah dalam konteks hijrah makaaniyyah (hijrah fisik; perpindahan dari suatu tempat ke tempat yang lain) untuk mempertahankan aqidah. Terdapat hanya satu ayat yang berbicara dalam konteks hijrah ma’nawiyyah (hijrah nilai; berubah dari satu keadaan menuju keadaan yang lebih baik), yaitu firman Allah swt: “Maka Luth membenarkan (kenabian)nya. Dan berkatalah Ibrahim: “Sesungguhnya aku senantiasa berhijrah kepada Tuhanku; sesungguhnya Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”. (Al-Ankabut: 26). Dan di antara yang harus ditinggalkan dalam konteks hijrah ma’nawiyyah seperti yang pernah Allah perintahkan kepada Rasulullah di era awal turunnya Al-Qur’an adalah perbuatan dosa dan maksiat seperti firman-Nya: “Dan perbuatan dosa tinggalkanlah” (QS Al Muddatstsir: 5).
Bagi setiap orang beriman, siapapun dia, apakah rakyat atau pejabat, penguasa atau rakyat jelata, menteri atau tukang patri, anggota DPR atau penjual ember, pemikir atau tukang parkir, dan lainnya, peristiwa hijrah makaaniyyah yang sangat kondisional dan mungkin tidak akan berulang sebagaimana di era Rasul, tetapi nilai dan pelajarannya masih tetap relevan, yaitu tentang kesabaran, kesiapan berkorban dan berjuang, kepedulian terhadap sesama, persaudaraan yang dibangun atas dasar iman dengan itsar (mendahulukan kepentingan orang lain, di atas kepentingan pribadi) sebagai peringkat yang tertinggi, dan ta’aawun (saling menolong) untuk memperkuat posisi Islam dan umatnya. Kehidupan sosial yang ideal dan harmonis justru dirasakan oleh para sahabat saat peristiwa hijrah berlangsung. Ditambah dengan hijrah ma’nawiyyah yang merupakan media komunikasi dan harmonisasi hubungan dengan sang Khaliq. Semoga nilai dan pelajaran hijrah akan senantiasa mewarnai kehidupan kita menuju kehidupan yang lebih baik di bawah naungan rahmat dan ridha Allah SWT. Sungguh betapa bernilai memang pelajaran hijrah para sahabat Rasul sehingga layak dijadikan momentum untuk melakukan perubahan dan perbaikan arah yang lebih baik, baik dalam skala pribadi, keluarga, dan sosial. Inilah saat terbaik untuk berkomitmen memulai hijrah…

Sunday, November 3, 2013

Who should win the Ballon D'Or 2013?...

10 besar kandidat calon meraih Ballon D'or 2013
 1.Cristiano ronaldo  402365  points

 2.Lionel messi    97632   points

3.Gareth bale  35889  points

4.Neymar   29549 points

5.Robin van versie  21532 points

6.Robert lewandowski 14292 points

7.Zlatan ibrahimovic 13668 points

8.Franck libery 13336 points

9.Eden hazard 11275 points

10.Andres inesta 9341 points

Friday, October 25, 2013

harta kekayaan calon bupati deli srdang priode 2014-2019

Dari 11 calon Bupati :
Deliserdang periode 2014 -2019, Timbangen Ginting, tercatat memiliki harta kekayaan paling banyak. Sesuai hasil Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang telah diaudit KPK, Timbangen Ginting terhitung memiliki total harta kekayaan senilai Rp61.378.241.533.

Hal tersebut terungkap dalam acara pengumuman LHKPN hasil audit Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), terhadap pasangan calon di sekretariat Komisi Pemilihan Umum (KPU) Deliserdang, Sabtu (5/10/2013).

Pengumuman harta kekayaan disampaikan langsung masing-masing calon bupati dan wakil bupati secara berurutan sesuai nomor urut di hadapan sejumlah wartawan, disaksikan anggota KPU dan Panwaslu Kabupaten Deliserdang.

Sayang dalam kesempatan itu, dari 11 pasangan calon, ada empat kandidat yang tak menghadirinya.

Mereka antara lain pasangan nomor urut 1 Ashari Tambunan dan Zainuddin Mars, nomor urut 6, T Ahmad Tala'a dan Hardi Mulyono, pasangan nomor urut 8, Timbengen Ginting dan Parningotan Simbolon (Timbangan) serta pasangan nomor urut 9, Sudiono dan Haris Binar Ginting. Mereka diwakili tim sukses masing-masing.

Berikut data LHKPN 11 pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Deliserdang (sesuai nomor urut) yang dirangkum
MedanBagus.Com.

Calon bupati pasangan nomor urut 1, Ashari Tambunan mengumumkan total kekayaan miliknya 9.858.351.334, Zainuddin Mars yang saat ini menjabat sebagai wakil bupati Deliserdang total kekayaan sebesar Rp1.132.476.597.

Selanjutnya pasangan calon nomor urut 2, Harun Nuh total kekayaan Rp256.950.000, Bambang Hermanto memiliki total kekayaan sebesar minus Rp13.000.000.

Dilanjutkan dengan pasangan nomor urut 3, Rabualam Syahputra mengumumkan total kekayaan miliknya Rp430.500.000, Purnama Ginting total kekayaan Rp664.000.000.

Pasangan nomor urut 4, Edy Azwar mengumumkan total kekayaannya Rp767.062.000, Selamat total kekayaanya Rp1.330.136.717.
Pasangan No. Urut 5
Musdalifah, SE : Rp.13.257.511.563
Drs. Syaiful Syafri, MM : Rp. 2.320.710.050

Pasangan No. Urut 6
Drs. T. Akhmad Tala’a : Rp. 1.872.797.223 + USD 30,000
H. Hardi Mulyono, SE, MAP : Rp. 4.169.226.525 + USD 1,000

Pasangan No. Urut 7
Hj. Fatmawaty, SH : Rp. 7.385.000.000
Drs. H. M. Subandi, B.Sc : Rp. 9.226.994.112

Pasangan No. Urut 8
Timbangen Ginting, B.B.A : Rp. 61.378.241.533
Parnimgotan Simbolon, SH : Rp. 227.427.145
Pasangan No. Urut 9
Sudiono Praka : Rp. 4.708.899.236
Drs. Haris Binar Ginting : Rp. 2.156.577.667
Pasangan No. Urut 10
Muhamad Idris, S.Sos : Rp. 7.965.836.538
H.Satrya Yudha Wibowo,ST,MM : Rp. 1.129.189.637
Pasangan No Urut 11
H. Sihabudin, SE : Rp. 2.454.000.000
Drs. H. Namaken Tarigan, MM: Rp. 1.032.800.000.

Saturday, October 12, 2013

Ini Daftar kepala Daerah Tersandung Korupsi


Berikut ini beberapa kepala daerah yang pernah dan akan berhadapan dengan pengadilan:
1. Syamsul Arifin, Gubernur Sumatera Utara, terpidana kasus korupsi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Kabupaten Langkat tahun 2000-2007.
2. Awang Faroek Ishak, Gubernur Kalimantan Timur, tersangka kasus divestasi saham PT Kaltim Prima Coal.
3. Agusrin Najamudin, Gubernur Bengkulu, terpidana kasus korupsi pajak bumi dan bangunan serta bea penerimaan hak atas tanah dan bangunan Bengkulu tahun 2006-2007.
4. Thaib Armaiyn, Gubernur Maluku Utara, tersangka kasus korupsi Dana Tak Terduga tahun 2004 dan APBD Provinsi Maluku Utara tahun 2007.
5. Amran Batalipu, Bupati Buol, terdakwa kasus suap kepengurusan hak guna usaha perkebunan kelapa sawit PT Hardaya Inti Plantations atau PT Cipta Cakra Murdaya 2011.
6. Mochtar Muhammad, Wali Kota Bekasi, terpidana kasus suap dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2010.
7. Sunaryo, Wakil Wali Kota Cirebon, terpidana kasus penyelewengan dana belanja barang dan jasa senilai Rp 4,9 miliar dalam APBD Kota Cirebon 2004.
8. Eep Hidayat, Bupati Subang, terpidana kasus korupsi biaya pemungutan pajak bumi dan bangunan senilai Rp 14 miliar tahun 2005-2008.
9. Satono, Bupati Lampung Timur, terpidana kasus korupsi penggelapan dana rakyat dalam APBD sebesar Rp119 miliar dan menerima suap Rp 10,5 miliar dari pemilik Bank Perkreditan Rakyat, Tripanca Setiadana, pada 2005.
10. Fauzi Siin, Bupati Kerinci, terpidana kasus suap dana APBN 2008.
11. John Manuel Manoppo, Wali Kota Salatiga, tersangka kasus korupsi proyek pembangunan Jalan Lingkar Selatan Salatiga.

Dan selanjutnya masih bnyak lagi yang lain seperti :
luthfi Hasan ishaaq skandal suap impor daging sapi
Akil Mochtar Skandal suap ketua Mahkamah konstitusi

Friday, October 11, 2013

Idul Adha 1434 H Jatuh Pada hari Selasa 15 Oktober 2013

 Sesuai hasil sidang itsbat awal Zulhijjah 1434H di kantor Kementerian Agama (Kemenag) Jl. MH Thamrin Jakarta, Sabtu (5/10/2013) malam, Pemerintah  menetapkan bahwa hari Minggu, 6 Oktober 2013 merupakan permulaan bulan Zulhijjah 1434 Hijriyah. Dengan demikian hari raya Idul Adha atau Lebaran Haji, 10 Zulhijjah jatuh pada hari Selasa, 15 Oktober 2013.

Penetapan itu disampaikan oleh Dirjen Bimas Islam Abdul Djamil yang mewakili Menteri Agama dalam siding itsbat tersebut  Sidang dihadiri pimpinan Mejelis Ulama Indonesia (MUI) dan perwakilan ormas Islam yang tergabung dalam  Badan Hisab dan Rukyat.


 “Penetapan sidang itsbat  dilakukan melalui metode hisab dan rukyat,” kata Dirjen Abdul Djamil dalam keterangan yang dikutip Tribunnews.com, Minggu (6/10/2013), dari Humas Kemenag.

Sebelumnya Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Muchtar Ali melaporkan, hasil hisab yang dihimpun Tim Hisab Rukyat Kemenag dari berbagai sumber menyatakan, ijtimak awal Zulhijjah 1434 H jatuh pada Sabtu, 5 Oktober 2013 bertepatan 29 Zulqa’dah 1434 H sekitar pukul 07:35 WIB.

Almanak PBNU menyatakan bahwa ijtimak akhir Zulqa’dah 1434 H jatuh hari Sabtu, 5 Oktober 2013 jam 07:31:24 WIB tinggi hilal tiga derajat tiga puluh semb ilan menit empat puluh delapan detik.

“Laporan rukyat yang telah masuk pada sidang itsbat dari Kolaka, Sulawesi Tenggara menyatakan melihat hilal,” kata Muchtar.

Sementara itu, Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah menetapkan Hari Arafah jatuh pada hari Senin, tanggal 14 Oktober 2013 dan Idul Adha jatuh pada hari Selasa, tanggal 15 Oktober 2013.

Muhammadiyah menghitung ijtimak jelang Zulhijah 1434 H terjadi pada hari Sabtu, 5 Oktober 2013 M, pukul 07:36:13 WIB. Hilal (bulan) sudah wujud dan di seluruh wilayah Indonesia pada saat terbenam Matahari itu Bulan berada di atas ufuk.