Digital clock

Jumat, 26 April 2013

7 Ustadz Beken

 Sesuai dengan profesinya sebagai orang yang memberikan pencerahan pada umat manusia di dunia,pekerjaan ustadz atau da'i tidaklah mudah.di samping bertemu dengan bermacam orang dengan latar belakang yang berbeda karakter,status sosial,dan sebagainya,tindak -tanduk serta tingkah lakunya pun harus sesuai dengan apa yang di ucapkan kepada orang banyak.

saat ini tidak sedikit para ustadz atau pun Da'i yang menghiasi layar kaca di rumah anda,entah itu sebagai penceramah atau pun sebagai pemain sinetron.bahkan ada beberapa ustadz yang karena kepopulerannya di daulat menjadi bintang iklan berbagai  produk dan di kontrak secara komersil.

semoga ustadz- ustadz tersebut tidak melupakan tugas utamanya sebagai penyejuk hati bagi orang-orang yang haus akan iman dan memberikan semua ilmu yang di milikinya untuk kemajuan umat ke arah yang lebih baik.ngomong-ngomong kira-kiraa tarif ustad seleb ama yang bukan seleb sama gak yah?dan kalau main sinetron,apalagi yang kejar tayang triffing kali yah?

berikut ini ada beberapa  ustadz yang namanya sudah tidak asing di telinga dan wajahnya pun sering menghiasi layar kaca di rumah anda.seperti pada bulan ramadhan yang baru saja kita lalui tiap hari selama sebulan penuh wajahnya tentu tidak asing televisi kesayangan anda,mungkin salah satunya ada yang menjadi idola anda,yuk kita cek satu persatu yang merupakan versi daku.salam love,peace and gaul.

1.Aa Gym
google image
 Yan Gymnastiar(lahir di bandung,jabar 30 februari 1962)atau lebih di kenal sebagai Abdullah gymnastiar atau Aa gym adalah seorang pendakwah,penyanyi,penulis buku,dan penerbit.Aa gym menjadi popular karena mengenalkan cara berdakwah yang unik dengan gaya teatrikal dengan pesan-pesan dakwah islami yang praktis dan umum di terapkan dalam kehidupan sehari-hari.penggemarnya kebanyakan ibu-ibu rumah tangga dan citranya pun di daulat menjadi ustad”keluarga bahagia” yang juga merupakan pemilik pondok pesantren Da’arut Tauhid yang berada di Bandung ini.

Hal ini menjadi kontroversi pada bulan Desember 2006,saat istri pertamanya Hj Ninih Muthmainah atau di kenal dengan sebutan “The Ninih”yang telah menjadi istrinya sejak 1988 dan selama menikah telah di karuniai 7 anak.banyak penggemarnya kecewa dan mengirim sms berantai,menulis di blog,dan surat pembaca,menelpon ke stasiun tv,berhenti berkunjung ke Da’arut Tauhid hingga turun ke jalan dan berdemo menentang poligami.hal ini berdampak pada kepopAa Gym kemudian menikahi janda beranak tiga, bernama Alfarini Edarini. Perkawinan keduanya ini sempat mengundang pemberitaan kontroversial di media. ulerannya dan bisnisnya.

Aa yang dinilai sangat hormat dengan kaum perempuan, dinilai telah melakukan 'kebohongan' dengan menikahi dua perempuan. Bahkan Teh Nini yang beberapa kali diwawancarai juga merasa keberatan dengan langkah yang diambil oleh Aa Gym, meski kemudian Teh Nini mengaku berusaha untuk ikhlas menjalaninya.

Konon akibat pernikahan kedua Aa Gym ini, popularitas dan ketokohannya mengalami penurunan, bahkan ada kabar kalau para santri di pondoknya memilih pulang kampung.

*2.Ustadz Arifin Ilham

google image
Dalamnya laut bisa di ukur,tapi nasib orang siapa yang tahu,itulah yang dialami KH.Arifin Ilham,34 tahun.sebagaimana pemuda pada umumnya,ia pun belum tahu akan bekerja di mana dan menjadi apa setelah lulus dari Fakultas ilmu social dan politik universitas Nasional(fisipol unas)Jakarta.ternyata lewat proses gigitan ular Allah SWT menjadikan anak muda ini memimpin majelis zikir dan jama’ahnya kini mencapai ribuan dari segala status.

Alkisah, pria kelahiran Banjarmasin, Kalimantan Selatan, 8 Juni 1969, ini termasuk seorang penyayang binatang. Di rumah ibu angkatnya di Jakarta, ia banyak memelihara binatamg, antara lain burung hantu, kera, dan ayam kate.

Awal April 1997, ia diberi seekor ular hasil tangkapan warga kampung yang ditemukan di semak belukar. Karena kurang hati-hati Arifin digigit binatang melata ini. Namun, ia tidak menyadari kalau dirinya keracunan. Sewaktu dalam perjalanan dengan mengendari mobil, ia pun merasakan sesuatu yang tidak biasa, tubuhnya terasa panas, meradang, dan membiru.

Melihat keadaan Arifin yang demikian, ibu angkatnya Ny Cut mengambil alih kemudi, menuju rumah sakit terdekat. Namun, beberapa rumah sakit menolak dengan alasan peralatan medis yang tidak memadai. Bahkan sejumlah dokter di beberapa rumah sakit tersebut memvonis, umur Arifin tinggal satu persen. Karena sulitnya mendapatkan pertolongan selama 11 jam, keadaan Arifin makin gawat.

Detak jantungnya melemah. Melihat kondisi anak angkatnya yang makin parah, Ny Cut mencoba mendatangi RS Saint Carolus (Jakarta Pusat). Alhmadulilah pihak rumah sakit menerimanya. Arifin langsung ditempatkan di ruang ICU. Infus pun dipasang di tubuhnya. Untuk membantu tugas paru-paru, jantung, dan hatinya yang telah sangat lemah, dokter memasukkan beberapa batang selang ke mulutnya.

Dengan pertolongan Allah, setelah satu bulan lima hari pihak rumah sakit menyatakan ia telah melewati masa kritis dan memasuki masa penyembuhan. Walaupun kondisinya telah jauh lebih baik, Arifin mengalami perubahan pada suaranya. Menurut analisa dokter, hal ini disebabkan oleh pemasangan beberapa selang sekaligus dalam mulutnya untuk waktu yang cukup lama.

Tapi tidak ada yang mengetahui rencana Allah, justru dengan suaranya itu, Arifin menjadi lebih mudah dikenal para jamaah hanya dengan mendengar suaranya. Seperti diceritakan Arifin, selama masa kritis, ia mendapatkan pengalaman spiritual yang sangat luar biasa. Di alam bawah sadarnya ia merasa berada di sebuah kampung yang sangat sunyi dan sepi.

Setelah berjalan-jalan sekeliling kampung, ditemuinya sebuah masjid, yang kemudian dimasukinya. Di dalam masjid ternyata sudah menunggu tiga shaf jamaah dengan mengenakan pakaian putih. Salah satu jamaah kemudian memintanya memimpin mereka berzikir, mengingat Allah SWT.

Keesokan harinya ia kembali bermimpi. Hanya saja sedikit berbeda. Kali ini ia merasa berada di tengah kampung yang penduduknya berlarian ketakutan karena kedatangan beberapa orang yang dianggap sebagai jelmaan setan. Melihat kehadirannya, para penduduk pun berteriak dan meminta dirinya menjadi penolong mereka mengusir setan-setan tersebut.

Hari berikutnya ia kembali bermimpi. Kali ini ia diminta oleh seorang bapak untuk mengobati istrinya yang sedang kesurupan. Mendengar permintaan bapak tersebut, Arifin bergegas, tapi Allah berkehendak lain. Istrinya ternyata telah meninggal sebelum sempat ditolong Arifin. Berbekal pengalaman-pengalaman gaib yang ia alami, Arifin pun memantapkan hatinya untuk menjadi pengingat manusia agar tidak lupa berzikir.

Banyak kegiatan yang dilakukannya. Salah satu yang paling berkesan adalah memimpin zikir untuk para narapidana di Cipinang. Menurut Arifin, kegiatan ini memberikan dampak yang sangat dalam sehingga banyak di antara narapidana tidak sanggup membendung air matanya, menyesali dosa-dosanya.

Meskipun banyak hujatan, Arifin juga telah melakukan zikir di LP Nusakambangan, yang antara lain juga diikuti oleh Tommy Suharto. Tahun 1998, Arifin mengisi ceramah di sebuah rumah di kawasan Condet, Jakarta Timur. Di sinilah ia bertemu dengan Wahyuniati Al-Waly, seorang muslimah yang taat, yang kemudian menjadi pendampingnya.

Tidak berapa lama setelah pertemuan itu, ia bermimpin di depan Ka'bah dengan Yuni berdiri disampingnya dengan menggunakan baju putih bersih. Dengan penasaran, pagi harinya ia menelpon Abah (panggilan Arifin untuk ayahnya), menanyakan perihal mimpinya. Abahnya mengartikan bahwa Yuni adalah jodoh yang diberikan Allah kepadanya. Maka keduanya pun naik ke pelaminan pada 28 April 1998.

Yuni yang ternyata adik kelasnya di Fisipol Unas menilai sosok suaminya sebagai seorang yang baik, romantis, penyayang, pintar, dan kuat landasan agamanya. Ketika ditanya jadual acaranya yang demikian padat, Arifin dengan merendah menyatakan, Alhamdulillah hingga kini ia masih diberikan kesempatan untuk selalu shalat tahajud tiap pukul tiga pagi hingga subuh.

Sekalipun ia tidur hanya sekitar tiga jam, tapi saat berada di kendaraan menuju tempat acara zikir ia menyempatkan diri untuk tidur di mobil. Menurut Arifin, acaranya sudah terisi hingga akhir Agustus mendatang. Ada satu hal yang dipegang oleh dai kelahiran Banjarmasih ini, yakni memegang janji.

Karenanya, tiga kali ia terpaksa menolak permintaan Sekretariat Negara agar berdakwah bersama Presiden Megawati. ''Saya tidak mau kecewakan masyarakat yang telah jauh hari menunggu-nunggu kedatangan saya,'' ujarnya. Arifin mengaku, menjelang pemilu 2004 ini sudah ada parpol yang memintanya agar ia berkampanye untuk partai tersebut. Bahkan ada dari partai besar, yang menjamin bahwa ia nantinya paling sedikit akan menjadi anggota DPR.

''Tapi, saya ingin sebagai rantai (tali) tasbih, yang dapat menampung semua umat,'' ujar dai yang tinggal di Depok sejak 1999 ini. Sikapnya untuk selalu menjadi 'rantai tasbih' itu ternyata 'berbuah manis'. Setiap acara zikir yang dipimpinnya selalu dipadati jamaah dari berbagai kalangan dan status. Minimal, pemandangan ini tampak ketika ia memimpin zikir di Masjid Al-Amr Bittaqwa di Perumahan Mampang Indah II, Depok, Ahad (4/5) lalu.

Sejak pukul 06.00 pagi, masjid yang hanya bisa menampung 500 orang itu sudah dipadati jamaah. Mereka yang hadir belakangan lalu ditampung di tenda-tenda sekitar masjid. Menjelang pukul 08.00, yang tampak adalah lautan manusia berwarna putih warna kopiah dan busana sebagian besar jamaah. Tepat pukul delapan, Arifin datang dan langsung menuju panggung di depan masjid.

Ia didampingi Presiden Partai Keadilan Dr Hidayat Nurwahid, mantan KASAD Jenderal (Purn) Harsono, Habib Abdurahman Semith yang datang bersama belasan kyai dari Semarang, ketua Jamiatul Muslimin Indonesia Habib Husein Alhabsji, dan sejumlah ulama lainnya. Berikutnya, selama dua jam, ribuan jamaah Majelis Zikir Az-Zikra, nama yang diberikan Arifin untuk majelisnya, hanyut dan histeris dalam ritual zikir.

Begitu syahdunya acara zikir ini, tidak peduli pengusaha, artis, sutradara, dan berbagai profesi yang datang ke acara itu dari berbagai tempat di Tanah Air, meneteskan air mata. Bahkan banyak yang terisak-isak. Arifin sendiri terus menyeka air matanya yang terus menerus mengalir dengan dua saputangan yang dibawanya.

Namun, menurut Arifin, tangis bukan termasuk ritual zikir. Zikir pun, katanya, tidak juga sekadar duduk dan memanjatkan puja-puji kepada Allah SWT. ''Yang terpenting dari zikir adalah, di dalam hati harus selalu ingat dan merasakan kehadiran Allah SWT,'' jelas ayah dua anak ini. Arifin membagi zikir meliputi empat hal.

Pertama, zikir hati senantiasa mengingat Allah dalam hati. Kedua, zikir akal, yang berarti mampu menangkap bahasa Allah dalam gerak alam semesta. Ketiga, zikir lisan, yang berupa ucapan asma Allah terjemahan dari kata hati. Keempat, zikir amal yang merupakan aplikasi takwa. Sedangkan anjurannya agar para jamaah zikirnya berbusana putih-putih, Arifin mengemukakan filosofinya. Putih, kata alumnus Fiskipol Unas ini, adalah warna yang melambangkan kesucian dan warna yang sangat disukai Rasulullah SAW.

3.Ustadz Jeffri Al-Buhkhori

google image
UJE Lahir di Budi Rahayu, 12 April 1973. Ust H. Jefri anak ke 3 dari 5 bersaudara yang ayahnya bernama Alm. H. Ismail Modal dan umminya bernama Ustz Dra. Hj. Tatu Mulyana. Ust Jefri memiliki kakak yang pertama Alm. Ust. H. Abdullah Riyad, kakak kedua Ust. H. Aswan Faisal, adik yang keempat H. Decky Fajar dan yang kelima Ustz Hj. Nona. Ust Jefri menikah dengan Pipik Dian Irawati pada 7 September 1999 dan mempunyai dua anak yang bernama Adiba Khanza Az-Zahra, Mohammad Abidzar Al-Ghifari, Ayla Azuhro dan Ataya Bilal Rizqullah.

Ketika masa kecilnya UJE sama seperti anak-anak kecil lainnya, diberikan anugerah Allah SWT kemudahan dalam mempelajari dan membaca Al-Quran. Hal ini berkat kerja keras dan bimbingan orang tuanya dalam mendidik anak-anak agar menjadi soleh dan solehah. Hal ini terbukti pada saat UJE duduk di bangku sekolah kelas 3-5 SD meraih prestasi MTQ (Musabaqah Tilawatil Qur’an) sampai tingkat provinsi UJE tamat SD, lalu bersama kedua kakaknya mengikuti Pesantren Modern di Daar el Qolam Gintung, Balaraja Tanggerang selama 4 tahun.
UJE mempunyai dua sisi kepribadiannya pada waktu dulu. Pertama, Uje pada masa sekolah mengikuti kegiatan rohis atau mengikuti pengajian, Kedua UJE terbawa arus dengan teman-teman pemakai narkoba juga senang DUGEM. sampai-sampai UJE juga mengikuti pengajian ngeboat bareng bersama teman sekolahnya di kantin. Pada tahun 1991 UJE pernah menjadi dancer di salah satu club. Setelah bertemu salah satu orang yang tak dikenal mengajak UJE untuk bermain sinteron dan akhirnya mendapatkan prestasi terbaik menjadi aktor dalam sinteron Sayap Patah di TVRI.

Hal yang menyadarkan UJE dari kehidupan semu, ketika UJE diajak umroh beserta ibunda juga bersama kakaknya untuk bertobat dan pada akhirnya setelah bersandar di Ka’bah dan membentur-benturkan kepalanya sampai UJE menangis, meminta ampun kepada Allah SWT supaya bisa di ampuni dosa-dosanya yang selama ini dilakukan. 

berawal dari usaha pertobatan, UJE sempat mendapatkan amanah dari kakak tertuanya alm. Ust. H. Abdullah Riyad, untuk melanjutkan Dakwah kakaknya di Jakarta, karena alm Ust. H. Abdullah Riyad mendapatkan kepercayaan dari MUIS (Majlis Ugame Islam Singapura) untuk menjadi Imam besar di Masjid Haji Mohammad Soleh, bersebelahan dengan Maqam Habib Nuh Al Habsyi, Palmer Road, Singapura. Dari situlah UJE mulai berdakwah lewat majelis taklim, mushola, mesjid dan perlahan-lahan bisa seperti sekarang ini, dikenal oleh masyrakat banyak dikagumi oleh seluruh kalangan.

Dari proses yang sangat sulit, UJE akhirnya bisa berubah secara perlahan atas dukungan, kesabaran, ketabahan dari orang-orang disekelilingnya yang selalu mendampinginya. Selain itu hidayah Allah SWT. serta bimbinganNya, UJE bisa merasa tenang dalam kehidupannya untuk mulai mencintai Allah SWT, Rasulullah SAW, Orang Tua dan mencintai sesamanya.

4.Ustadz yusuf Mansur

google image
Ustadz Yusuf Mansyur dikenal sebagai pimpinan Pondok Pesantren Daarul Quran Bulak Santri, Cipondoh, Tangerang dan pimpinan pengajian Wisata Hati. Ustadz kelahiran Jakarta, 19 Desember 1976 ini melalui perjalanan berliku sampai menjadi ustadz terkenal seperti sekarang.

Ustadz Yusuf lahir dari keluarga Betawi yang berkecukupan pasangan Abdurrahman Mimbar dan Humrif’ah dan sangat dimanja orang tuanya. Lulusan terbaik Madrasah Aliyah Negeri 1 Grogol, Jakarta Barat, tahun 1992 ini pernah kuliah di jurusan Informatika namun berhenti tengah jalan karena lebih suka balapan motor.

Pada tahun 1996, dia terjun di bisnis Informatika. Sayang bisnisnya malah menyebabkan ia terlilit utang yang jumlahnya miliaran. Gara-gara utang itu pula, Ustadz Yusuf merasakan dinginnya hotel prodeo selama 2 bulan. Setelah bebas, Ustadz Yusuf kembali mencoba berbisnis tapi kembali gagal dan terlilit utang lagi. Cara hidup yang keliru membawa Ustadz Yusuf kembali masuk bui pada 1998.

Saat di penjara itulah, Ustadz Yusuf menemukan hikmah tentang shodaqoh. Selepas dari penjara, Ustadz Yusuf berjualan es di terminal Kali Deres. Berkat keikhlasan sedekah pula, akhirnya bisnis Ustadz Yusuf berkembang. Tak lagi berjualan dengan termos, tapi memakai gerobak, Ia juga mulai punya anak buah.

Hidup Ustadz Yusuf mulai berubah saat ia berkenalan dengan polisi yang memperkenalkannya dengan LSM. Selama kerja di LSM itulah, Ustadz Yusuf membuat buku Wisata Hati Mencari Tuhan Yang Hilang. Buku yang terinspirasi oleh pengalamannya di penjara saat rindu dengan orang tua. Tak dinyana, buku itu mendapat sambutan yang luar biasa.

Ustadz Yusuf sering diundang untuk bedah buku tersebut. Dari sini, undangan untuk berceramah mulai menghampirinya. Di banyak ceramahnya, ia selalu menekankan makna di balik sedekah dengan memberi contoh-contoh kisah dalam kehidupan nyata.
Karier Ustadz Yusuf makin mengkilap setelah bertemu dengan Yusuf Ibrahim, Produser dari label PT Virgo Ramayana Record dengan meluncurkan kaset Tausiah Kun Faya Kun, The Power of Giving dan Keluarga.

Konsep sedekah pula yang membawanya masuk dunia seni peran. Melalui acara Maha Kasih yang digarap Wisata Hati bersama SinemArt, ia menyerukan keutamaan sedekah melalui tayangan yang didasarkan pada kisah nyata.
Ustadz Yusuf juga menggarap sebuah film berjudul KUN FA YAKUUN yang dibintanginya bersama Zaskia Adya Mecca, Agus Kuncoro, dan Desy Ratnasari. Film ini merupakan proyek pamungkas dari kegiatan roadshow (ceramah keliling) berjudul sama selama Januari-April 2008.

Melalui Wisata Hati, ia menyediakan layanan SMS Kun Fayakuun untuk menemukan jawaban atas permasalahan yang ada. Ia juga menggagas Program Pembibitan Penghafal Al Quran (PPPA), sebuah program unggulan dan menjadi laboratorium sedekah bagi seluruh keluarga besar Wisatahati. Donasi dari PPPA digunakan untuk mencetak penghafal Alquran melalui pendidikan gratis bagi dhuafa Pondok Pesantren Daarul Quran Wisatahati.
Meski tak sempat menuntaskan kuliah, Ustadz Yusuf bersama dua temannya mendirikan perguruan tinggi Sekolah Tinggi Ilmu Komputer Cipta Karya Informatika.Ustadz Yusuf menikah dengan Siti Maemunah dan telah dikaruniai tiga orang anak.

5.Habib Ahmad Al Habsyi

google image
Habib Ahmad Al Habsyi lahir dari 5 bersaudara.Ayahnya bernama Ustadz Abu Bakar Al Habsyi, beliau juga seorang Ustadz di kota kelahirannya di kota Palembang. Awal kiprah dakwah Ustadz Ahmad Al Habsyi sejak tahun 2003 ketika beliau duduk di kelas 3 SMP.Dan pada tahun 1995 beliau mulai berdakwah keliling Malaysia serta Singapura, Beliau pun dikenal sebagai Mubaligh Cilik. 

Sepuluh tahun kemudian tepatnya bulan Suci Ramadhan tahun 2005, stasiun televisi SCTV mengundang Beliau untuk berduet ceramah dengan Ustadz Jefri Al Buchori.Itulah start awal Beliau berdakwah di stasiun televisi, kemudian beberapa televisi swasta menawarkan kontrak untuk mengisi acara bulan Suci Ramadhan dan sentuhan rohani Agama Islam.Lewat penampilannya yang low profile dan isi ceramahnya yang mudah di cerna tersebut melahirkan pecinta-pecinta dakwahnya yang kini sudah menyebar diseluruh penjuru.

6.Ustadz M.Nur Maulana

google image
Ustad Muhammad Nur Maulana sudah tak asing bagi kita semua hampir tiap pagi memberikan penyejuk hati dan iman melalui salah stasiun Televisi swasta ia mulai populer ketika salah seseorang yang mengupload video ceramahnya ke youtube yang kemudian langsung digaet TransTV.

Ceramah yang disampaikan sangatlah mendalam dan paling sering menghibur dan humor ini membuat jamaah yang mendengarkan atau menonton dari rumah tidak akan bosan sedikit pun "Jama'ah.. Oh.. Jama'ah.." mungkin itulah karakter yang paling dikenali dari seseorang Ustad Maulana.

Ibarat sebuah buku janganlah melihat sampulnya tapi lihatlah isi inti yang disampaikan, dengan muatan isi ceramahnya yang berbobot isinya Ustad Maulana mampu mengemasnya
dalam suasana yang santai dan ceria dan tidak menjemukan, Maaf bukan berarti yang lain kurang bagus.

 7.Ustad Shaleh Mahmud

google image
Shaleh Mahmud, atau lebih akrab dengan sapaan Ustadz Solmed seorang Da'i kondang kelahiran Jakarta, 19 Juli 1983 yang kini sedang naik daun. Walaupun bisa dikatakan pendatang baru, namun karir anak tunggal dari pasangan H. Nadjamuddin dan Hj. Salmah ini begitu cepat melejit sehingga namanya mulai dikenal di mana-mana.

Sejak awal kemunculannya di televisi, ia sudah banyak digemari. Ketampanan fisik yang didukung dengan kecerdasan, daya intelektual dan penyampaian materi ceramah yang straight to the point juga membuat namanya kian melesat. Karenanya tidak salah jika Ustadz Solmed menjadi tokoh masyarakat yang cukup digemari saat ini.

Selain dikenal sebagai Da'i, Ustadz yang satu ini juga dikenal sebagi sahabat karib Ustad Jeffri Al Buckhori (Uje). Berawal dari pertemuan mereka dalam acara Tabligh Akbar, akhirnya terjalin hubungan persahabatan yang cukup kental. Bahkan Uje sempat menggandeng Ustadz Solmed untuk teman duet ceramah dalam acara religi Damai Indonesiaku.

KARIR
Tak hanya sekedar Da'i yang kondang dadakan, perjalanan hidup Ustadz Solmed ternyata bertebaran dengan prestasi di bidang agama. Pada Tahun 2000, ia pernah menyabet gelar Juara Umum Lomba Pidato atau Ceramah, untuk tingkat Nasional yang diselenggarakan di Masjid Istiqlal Jakarta. Prestasi itu membuatnya semakin percaya diri untuk ceramah menyampaikan ayat-ayat Allah. Setelah lulus dari Madrasah Aliyah, pria ini mulai ceramah dari satu mushola ke mushola lainnya. Perjalanan tersebut jugalah yang mempertemukannya dengan Uje.

Karir Ustadz Solmed berawal dari kehadirannya di Sinetron PESANTREN DAN ROCK ‘N ROLL. Berkat perannya dalam sinetron tersebit, namanya terdongkrak dan berkibar sehingga portfolio acara televisi yang menghadirkan pria Batak – Betawi ini cukup banyak.

Di samping sibuk dengan penggarapan sinetron stripping tersebut, Ustadz Solmed juga membintangi beberapa iklan produk. Saat ini dia tercatat sebagai ikon baju koko berkualitas Al Mia. Namun demikian, semua itu tidak membuatnya lupa pada tugasnya sebagai Da'i. Dia tetap ceramah memenuhi undangan dari para fansnya sehingga tidak akan sulit untuk menemukan wajahnya setiap hari di televisi.

Saat ini, Ustadz Solmed telah menjadi pemandu beberapa acara dakwah Program Religi Cahaya Hati di ANTV, Program Religi Assalamu’alaikum Ustadz di RCTI dan Program Religi Akhirnya Aku Tahu di Global TV. Setiap hari dilakoninya dengan semangat dan hati yang riang gembira.

Dari berbagai sumber

Empat keistimewaan Ustaz Jeffry saat meninggal

  Kabar duka kembali datang dari pesohor negeri ini. Ustad Jefri Al Bukhori atau biasa disapa Uje meninggal dunia akibat kecelakaan Jumat (26/4). Menurut asisten Jeffry yang sempat diwawancarai salah satu televisi swasta, Uje  meninggal akibat kecelakaan motor pada Jumat dinihari Pkl. 01. 00 WIB.
Sumber di twitter TMC Polda Metro Jaya menyebutkan  kecelakaan Uje terjadi di kawasan Pondok Indah Jakarta. Motor yang dikendarai Uje menabrak pohon yang mengakibatkan Ustad yang sempat bergelut dengan dunia gelap ini meninggal di tempat. Rencananya jenazah Uje   akan disalatkan di Masjid Istiqlal Jakarta setelah salat Jumat  dan akan dimakamkan di pemakaman umum.
Sumber lain mengatakan, bahwa Uje mengendarai motor sport dari arah Kemang. Karena kondisinya tidak fit motornya oleng dan menabrak pembatas jalan kemudian menabrak pohon. Warga yang sempat melihat kejadian tersebut berusaha menolong namun nyawanya tidak terselamatkan.
Uje Lahir di Jakarta, 12 April 1973. Dia merupakan anak ke 3 dari 5 bersaudara.   Ayahnya bernama Alm. H. Ismail Modal dan umminya bernama Ustz Dra. Hj. Tatu Mulyana. Uje  menikah dengan Pipik Dian Irawati pada 7 September 1999 dan dikaruniai tiga anak. Selamat Jalan Bang Uje. Tuhan bersama orang-orang yang saleh.


1. Jenazah Uje diantar ribuan orang

Uje memang bukan sembarang dai. Hal ini terlihat dari para pengantarnya yang mencapai ribuan orang.
Ribuan orang rela berjalan kaki dari Masjid Istiqlal untuk menghantarkan Uje ke tempat peristirahatan terakhirnya di TPU Karet Tengsin, Jakarta Pusat.
Selama dalam perjalanan, tak henti-hentinya salawat berkumandang mengiringi jenazah Uje. Ribuan orang berduka dengan kepergian Uje.

2. Uje meninggal di Hari Surga

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat menyebut Ustaz Jeffry Al-Buchori meninggal dalam keadaan syahid. Sebabnya Ustaz Uje, demikian ia disapa, meninggal pada hari Jumat atau hari surga.
Ketua MUI Jawa Barat KH Hafid Utsman menuturkan ciri-ciri masuk surga itu Tuhan memanggilnya pada hari Jumat.
"Kepergian Uje ke Rahmatullah itu bagus menurut agama sebab di hari Jumat. Jumat seperti hari surga atau syahid," katanya di Bandung, Jumat (26/4).
Meski demikian, kata dia, pada dasarnya tidak ada hari yang buruk. Namun Jumat adalah hari yang baik. "Insya Allah Ustaz Uje masuk surga," jelasnya.

3. Mulai dari presiden, menteri hingga rakyat berduka

Meninggalnya Ustaz Jeffry menjadi dukacita bagi seluruh rakyat Indonesia. Presiden SBY, menteri dan seluruh kalangan menyampaikan salam perpisahan untuk Uje.
Dalam status twitternya, Presiden menilai Uje sebagai sosok yang mencerahkan. "Kita kehilangan lagi orang baik yg mencerahkan. Selamat jalan Ustadz Jefri, semoga nilai yg disebarkan bisa menginspirasi kita semua. *SBY*," tulis Presiden SBY dalam akun twitter @SBYudhoyono miliknya.
Karangan bunga pun berderet dari para pejabat. Mulai dari Menteri Pendidikan Muhammad Nuh hingga Kasad Jenderal Pramono Edhie Wibowo mengirimkan rangkaian duka cita.
Sementara itu ribuan masyarakat mengantarkan Uje ke peristirahatan terakhirnya.

4. Meski meninggal, Uje tetap memberi manfaat

Banyaknya pelawat yang berdatangan ke makam Ustaz Jeffry di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Karet Tengsin, Blok A II, Jakarta Pusat mendatangkan keuntungan bagi para pedagang. Pedagang dadakan tersebut sengaja datang ke area sekitar makam Uje untuk berjualan.
"Pas saya dengar berita meninggalnya Uje, saya langsung ke sini. Saya tahu bakal ramai nih. Makanya saya dagang di sini," kata Hendry (31), pedagang minuman saat ditemui TPU Karet Tengsin, Sabtu (27/4).
Pria asal Lampung ini mengaku mendapat untung berlipat sejak berjualan dari kemarin. Jika dalam sehari, dirinya bisa menjual tiga galon es teh, maka di depan makam Uje, sebanyak tiga galon sudah habis dalam waktu setengah hari.
Keuntungan besar tidak hanya ditangguk oleh pedagang makanan dan minuman, loper koran pun memanfaatkan kedatangan para peziarah ke makam Uje. Salah satunya seperti yang dilakukan Hamsir (60).
"Saya emang sengaja datang ke sini. Biasanya saya mangkal di Slipi. Banyak orang yang beli koran yang gambar depannya Uje," ujar pria yang biasa disapa Bang Kumis ini.
Meski telah meninggal Uje masih memberikan manfaat bagi sesamanya.